Probolinggo,- Liga 4 Jawa Timur 2025–2026 bakal segera bergulir. Namun, Persipro 1954 yang setiap tahun menjadi peserta rutin, terancam tidak bisa ikut karena ketiadaan anggaran.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Probolinggo, Eko Purwanto. Ia menyebut bahwa Liga 4 Jawa Timur direncanakan digelar tahun ini.
Memang sejauh ini, surat resmi terkait detil pelaksanaan belum diterima. “Surat dari Asprov PSSI Jatim masih saya cari,” ujar Eko, Selasa (9/9/25).
Eko menjelaskan, tanpa adanya anggaran, Persipro 1954 memang terancam tidak bisa ikut kompetisi. Hal ini juga diperkuat dengan adanya surat dari KONI Kota Probolinggo terkait efisiensi anggaran.
Selain itu, dua program Askot PSSI Probolinggo juga dipastikan gagal terlaksana. Yakni festival kompetisi usia dini KU-10 dan KU-12, serta program bantuan peralatan untuk SSB dan klub.
“Meski demikian, masih ada harapan Persipro 1954 bisa ikut Liga 4 tahun ini jika mendapatkan sponsor. Untuk itu, saat ini kami masih terus mencari sponsor,” tambah Eko.
Sementara itu, Wakil Ketua Askot PSSI Probolinggo, Abdurrahman Sunjoto, menjelaskan bahwa regulasi Liga 4 kali ini sedikit berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Tahun ini, daerah bisa melaksanakan kompetisi tingkat lokal dengan tajuk Wali Kota Cup atau Bupati Cup, dan pemenangnya bisa melaju ke Liga 4 Jawa Timur.
“Namun jika nantinya ikut, Persipro 1954 bisa langsung berlaga di Liga 4 Jawa Timur,” beber Abdurrahman. (*)
Editor: Mohammad S
Publisher: Keyra













