Menu

Mode Gelap
Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos

Sosial · 29 Agu 2025 18:59 WIB

Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan


					BERDUKA: Keluarga Luluk Ul Karomah, saat di temui di kediamannya di Desa Pringgowirawan, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember. (Foto: M. Abd Rozaq Mubarok). Perbesar

BERDUKA: Keluarga Luluk Ul Karomah, saat di temui di kediamannya di Desa Pringgowirawan, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember. (Foto: M. Abd Rozaq Mubarok).

Jember,- Luluk Ul Karomah, guru honorer di MTs Pondok Pesantren Nurul Chotib Al Qodiri 4, Desa Wringin Agung, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, meninggal dunia setelah melahirkan anak keduanya, Kamis malam, (21/08/25) lalu.

Almarhumah dikenal sebagai sosok pendidik yang sabar dan tekun. Hampir sepuluh tahun ia mengabdikan diri di madrasah tersebut, mengajar Bahasa Indonesia sekaligus membimbing santri dalam menghafal Al-Qur’an.

“Bahkan sehari sebelum melahirkan, dia masih tetap berangkat mengajar,” ujar Khairul Anam (33), suami almarhumah, saat ditemui di rumah duka, Jumat (29/8/25).

Setiap hari, Luluk menempuh perjalanan sekitar 13 kilometer (KM).dari rumah sederhana mereka di Desa Pringgowirawan, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember.

Meski hanya berstatus honorer dengan penghasilan yang sangat terbatas, ia tetap mengajar dengan penuh keikhlasan.

Kini, Khairul harus membesarkan dua anaknya seorang diri. Seorang berusia tujuh tahun dan bayi yang baru lahir dalam keadaan sehat.

“Anak saya tidak seceria dulu setelah ibunya pergi,” ungkapnya.

Sebelum wafat, Luluk sempat meninggalkan pesan penting bagi masa depan anak-anaknya. Ia berpesan agar keduanya tetap melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Dia ingin anak-anak mondok dulu setelah lulus SD, lalu saat kuliah bisa jadi perawat. Katanya supaya mandiri dan bisa menjaga diri,” kenang Khairul. (*)

 


Editor: Mohammad S

Publisher: Keyra


Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan

29 Agustus 2025 - 19:10 WIB

Perbaikan Tuntas, Jalur Krucil – Tambelang Probolinggo Kini Mulus

29 Agustus 2025 - 04:15 WIB

Stadion Bayuangga Bakal jadi Venue Hari Jadi Kota Probolinggo, Askot PSSI dan Suporter Persipro Meradang

28 Agustus 2025 - 17:24 WIB

PKK Kabupaten Pasuruan Ikut Andil dalam Pencegahan Narkoba Bersama BNN

26 Agustus 2025 - 17:31 WIB

Layang-layang Jadi Penyebab Utama Padamnya Listrik PLN di Lumajang

26 Agustus 2025 - 15:07 WIB

Bangunan Liar di Kawasan Pelabuhan Kota Pasuruan Dibongkar Paksa

25 Agustus 2025 - 18:04 WIB

Stok Beras Medium di Jatim Mulai Langka, Begini Kondisinya di Probolinggo

25 Agustus 2025 - 16:01 WIB

Sempat Pudar, Tradisi Kelereng Balap Kembali Warnai Agustusan di Kedungsupit Probolinggo

24 Agustus 2025 - 16:48 WIB

Haru! Belasan Emak-emak di Probolinggo Dapat Hadiah Umroh Gratis

22 Agustus 2025 - 05:07 WIB

Trending di Sosial