Jember, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menargetkan pembangunan infrastruktur irigasi pada 2026, sebagai strategi untuk mengembalikan posisi daerah ini sebagai sentra pangan utama di Jawa Timur.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyebut jaringan irigasi baru akan berdampak pada 1.617 hektare sawah serta tambahan irigasi air tanah seluas 78 hektare.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memperluas lahan produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Jember dulu pernah menjadi nomor satu dalam produksi padi di Jawa Timur, tetapi sekarang turun ke peringkat empat. Kami ingin mengembalikan posisi itu,” kata Gus Fawait sapaan akrabnya, Kamis (28/8/25) sore.
Selain pembangunan irigasi, Pemkab Jember juga berencana menyalurkan 52 unit alat pertanian modern kepada kelompok tani (Poktan).
Bantuan ini, diharapkan Gus Fawait, bisa mempercepat proses pengolahan lahan dan meningkatkan kualitas hasil panen di daerah yang juga dikenal sebagai penghasil tembakau terbaik ini.
Gus Fawait menambahkan, program irigasi akan diintegrasikan dengan pendampingan kelompok tani agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan petani.
“Kami ingin memastikan pembangunan ini langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” tandas dia. (*)
Editor: Mohammad S
Publisher: Keyra