Menu

Mode Gelap
Gerakan Solidaritas untuk Affan Kurniawan, Penegakan Keadilan hingga Salat Ghaib Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG

Ekonomi · 23 Okt 2023 14:53 WIB

Sumringahnya Petani Bawang Merah di Lumajang, Dapat Bantuan 3,5 Ton Bibit Berkat DBHCHT 


					BANTUAN: Petani di Desa Sukosari, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, saat menerima bantuan bibit bawang merah. (foto: Asmadi) Perbesar

BANTUAN: Petani di Desa Sukosari, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, saat menerima bantuan bibit bawang merah. (foto: Asmadi)

Lumajang,- Para petani di Desa Sukosari, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, saat ini sedang sumringah. Mereka mendapatkan bantuan 3,5 ton bibit bawang merah yang anggarannya bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCHT).

Kabid Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, Hendra Suwandaru mengatakan, bantuan 3,5 ton bibit bawang merah yang disalurkan nantinya akan ditanam di lahan seluas 3,5 hektare.

Bantuan tersebut diberikan untuk menjaga ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Lumajang. Adapun bawang merah yang ditanam, berjenis biru lancur.

Selain bibit, juga ada bantuan pupuk bagi petani. “Selain benih, kami juga memberikan fungisida 15 kilogram, pupuk vertila sebanyak 2 ton untuk 10 petani di desa tersebut,” kata Hendra, Senin (23/10/23).

Disampaikan Hendra, ditanamnya bawang merah diharapkan dapat mencegah inflasi lantaran harga bawang merah cenderung stabil.

“Harga bawang merah cenderung stabil di kisaran Rp15 ribu per kilogram dari petani,” imbuh dia.

Ia menambahkan, Kabupaten Lumajang sejatinya berpotensi sebagai daerah sentra penghasil bawang merah di Jawa Timur. Ia melihat kontur tanah dan iklim di Lumajang amat mendukung untuk menanam bawang merah.

“Untuk meningkatkan nilai jual juga kami mengedukasi petani agar menjual produk olahan bawang merah seperti bawang goreng,” pungkas dia. (*)

 

Editor: Mohamad S

Publisher: Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan

29 Agustus 2025 - 20:51 WIB

Dongkrak Produksi Pangan, Pemkab Jember Siapkan Pembangunan Irigasi Seluas 78 Hektare

29 Agustus 2025 - 13:52 WIB

Tiga Nama Muncul sebagai Calon PJ Sekda Kota Probolinggo, Siapa Saja?

28 Agustus 2025 - 21:06 WIB

BP Haji Bertransformasi jadi Kementerian, Kemenag Jember Sebut Minim Informasi

28 Agustus 2025 - 20:40 WIB

Demi Jalan Tembus GOR A. Yani, Pemkot dan Pemkab Probolinggo Sepakat Pinjam Pakai Aset

27 Agustus 2025 - 18:48 WIB

Pemkot Probolinggo Usulkan 1.877 Honorer jadi PPPK Paruh Waktu, Tunggu Restu Kemenpan RB

27 Agustus 2025 - 14:34 WIB

Bunda Indah Ingatkan ASN Lumajang untuk Adaptif Hadapi Era Digital

26 Agustus 2025 - 16:51 WIB

Polemik Alihfungsi Gedung Kesenian, Wali Kota Probolinggo Terbuka Dialog dengan Pelaku Seni

26 Agustus 2025 - 07:44 WIB

LSM Diduga Peras Kades di Lumajang, Bupati Tidak Akan Ditoleransi

25 Agustus 2025 - 17:53 WIB

Trending di Pemerintahan