Menu

Mode Gelap
Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos

Sosial · 22 Mei 2023 15:40 WIB

Yadnya Kasada, PHDI Akan Tertibkan Pedagang hingga Pemarit


					Ketua PHDI Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto. Perbesar

Ketua PHDI Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto.

Probolinggo – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo berupaya agar umat Hindu Suku Tengger dalam pelaksanaa Upacara Yadnya Kasada berjalan kusyuk dan tenang. Pada Yadnya Kasada tahun ini selain penutupan bagi wisatawan, juga ada pengetatan bagi pedagang, hingga pemungut sesaji (pemarit).

Ketua PHDI Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto mengatakan, hal itu sesuai hasil rapat yang telah di gelar sebelumnya.

Dikatakan selain penutupan wisata Gunung Bromo, juga ada larangan kepada umat Hindu untuk membawa sound system serta menggunakan motor berknalpot brong.

“Jadi sesuai hasil rapat, bagi warga Tengger yang melaksanakan Yadnya Kasada yang membawa sound system serta motor berknalpot brong, maka harus dititipkan di Pos Cemorolawang, hal ini untuk menjaga kekitmatan, dan kekusyukan upacara Yadnya Kasada,” ujarnya, Senin (22/5/2023).

Tak hanya itu, pedagang yang berjualan juga akan diseleksi. Di mana untuk pedagang makanan diperbolehkan.

Sedangkan untuk pedagang pakaian dilarang. Selain itu, para pedagang yang hendak berjualan wajib menitipkan KTP di Pos Cemorolawang. Nantinya jika selesai berjualan dan ingin mengambil KTP wajib membawa sampahnya.

Tak hanya bagi pedagang, bagi pemarit yang mengambil sesaji yang dilarung di kawah Bromo wajib menyerahkan KTP. Jika pemarit bukan dari empat wilayah (Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang), tidak diperkenankan.

“Selain itu, pemarit ini akan kami kumpulkan terlebih dahulu untuk kami beri sosialisasi, yang mana sesaji yang boleh diambil harus sudah menyentuh tanah dahulu. Karena jika sudah terkena tanah maka sesaji tersebut sudah diterima,” ujarnya.

Dan untuk mengantisipasi wisatawan yang nekat masuk ke Bromo saat upacara Yadnya Kasada, maka TNI, Polri, dan Jogoboyo akan melakukan penjagaan di pintu masuk.

“Hal ini untuk mengantisipasi wisatawan atau warga yang bukan melaksanakan Yadnya Kasada untuk masuk. Hal ini untuk ketenangan umat Hindu yang melaksanakan Yadnya Kasada,” kata Bambang. (*)

 

Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan

29 Agustus 2025 - 19:10 WIB

Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan

29 Agustus 2025 - 18:59 WIB

Perbaikan Tuntas, Jalur Krucil – Tambelang Probolinggo Kini Mulus

29 Agustus 2025 - 04:15 WIB

Stadion Bayuangga Bakal jadi Venue Hari Jadi Kota Probolinggo, Askot PSSI dan Suporter Persipro Meradang

28 Agustus 2025 - 17:24 WIB

PKK Kabupaten Pasuruan Ikut Andil dalam Pencegahan Narkoba Bersama BNN

26 Agustus 2025 - 17:31 WIB

Layang-layang Jadi Penyebab Utama Padamnya Listrik PLN di Lumajang

26 Agustus 2025 - 15:07 WIB

Bangunan Liar di Kawasan Pelabuhan Kota Pasuruan Dibongkar Paksa

25 Agustus 2025 - 18:04 WIB

Stok Beras Medium di Jatim Mulai Langka, Begini Kondisinya di Probolinggo

25 Agustus 2025 - 16:01 WIB

Sempat Pudar, Tradisi Kelereng Balap Kembali Warnai Agustusan di Kedungsupit Probolinggo

24 Agustus 2025 - 16:48 WIB

Trending di Sosial