Lumajang, – Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Lumajang mulai berdampak pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Sejumlah pedagang mengaku, kesulitan menjalankan operasional usaha akibat terbatasnya pasokan gas bersubsidi tersebut.

Salah satunya dialami Diki Adi Saputra, pengelola warung bakso di kawasan Stadion Toga, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Kepuharjo, Lumajang.

Ia mengaku, sudah beberapa hari terakhir tidak melayani minuman hangat bagi pelanggannya karena tidak memiliki cukup gas untuk memasak air.

“Teh panas sama jeruk panas tidak ada. Soalnya tabung sulit didapatkan, jadi tidak bisa masak air. Saya sudah muter cari gas, tapi tidak ada barangnya,” kata Diki saat ditemui, Jumat (10/4/2026).

Ia mengatakan, saat ini hanya memiliki satu tabung gas yang digunakan khusus untuk menghangatkan kuah bakso agar tetap panas. Akibatnya, pelanggan hanya bisa memesan minuman dingin.

“Karena cuma satu tabung, kami prioritaskan untuk kuah. Jadi sementara hanya melayani minuman dingin,” ujarnya.

Diki menuturkan, dalam kondisi normal ia biasa menggunakan dua tabung elpiji 3 kilogram untuk menunjang operasional harian. Namun sejak kelangkaan terjadi pasca-Lebaran, ia terpaksa beralih menggunakan tabung gas non-subsidi berukuran 5 kilogram dengan harga sekitar Rp90 ribu.

Meski demikian, ia mengaku, tetap kesulitan mendapatkan elpiji bersubsidi. Ia bahkan telah mencari hingga radius dua kilometer dari lokasi usahanya, namun hasilnya nihil.

“Kalau harga sebenarnya masih sekitar Rp20 ribu sampai Rp25 ribu, tapi barangnya tidak ada,” katanya.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada pendapatannya. Diki memperkirakan kehilangan potensi pemasukan dari penjualan minuman hangat yang biasanya cukup diminati, terutama pada malam hari.

“Biasanya ada 10 sampai 15 pembeli minuman hangat. Kalau satu minuman Rp3 ribu, bisa hilang sekitar Rp30 ribu per hari,” jelasnya.

Meski biaya operasional meningkat akibat penggunaan gas non-subsidi, Diki mengaku belum menaikkan harga jual baksonya. Ia berharap kondisi kelangkaan ini tidak berlangsung lama.

“Kami belum naikkan harga. Semoga saja kondisi ini segera normal,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Lumajang, Muhammad Ridha mengatakan, pihaknya masih menelusuri penyebab kelangkaan elpiji 3 kilogram di wilayah tersebut.

“Saat ini teman-teman dari OPD dan aparat penegak hukum sedang mengecek langsung ke sejumlah lokasi. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh bagian ekonomi,” kata Ridha. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.