Probolinggo,- RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo, tahun ini menapaki usia 24 tahun. Usia yang kian matang, makin bermakna seiring meningkatnya pelayanan kesehatan di rumah sakit yang dibangun pada tahun 2000 silam itu.

Pada momentum hari jadi tahun ini misalnya, RSUD Tongas merayakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 dengan meresmikan klinik layanan kesehatan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Kabupaten Probolinggo serta layanan kesehatan gratis, Kamis siang (9/4/26).

Pada momentum bersejarah itu, Bupati Probolinggo, dr. Muhammad Haris hadir langsung didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Hariawan Dwi Tantomo; Direktur RSUD Tongas, Catur Prangga Wadana, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Kegiatan diawali dengan peninjauan operasi katarak gratis yang bekerja sama dengan John Fawcett Foundation. Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dan berlangsung di halaman depan UGD RSUD Tongas.

Selanjutnya, rombongan juga meninjau kegiatan donor darah yang digelar di lantai dua. Setelahnya, Bupati Probolinggo bersama Direktur RSUD Tongas, meresmikan Klinik CPMI yang berlokasi di sisi timur kompleks RSUD Tongas.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Probolinggo, dilanjutkan dengan pemotongan pita bersama Direktur RSUD Tongas.

Direktur RSUD Tongas, dr. Catur Prangga Wadana mengatakan, sesuai tagline RSUD Tongas ‘SIGAP’ (Selalu Siap, Gigih, Amanah, dan Profesional) menuju rumah sakit yang modern, pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam kondisi apapun.

“Sebagai bentuk peningkatan pelayanan, tahun ini RSUD Tongas menambah layanan, yaitu poli jantung dan pembuluh darah, poli psikiatri, serta akan segera membuka poli paru,” ujar dr. Catur.

Ia menjelaskan bahwa selain penambahan poli, RSUD Tongas hari ini meresmikan Klinik CPMI. Dengan diresmikannya klinik tersebut, kini Kabupaten Probolinggo telah memiliki dua klinik CPMI, salah satunya berada di RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Klinik CPMI di RSUD Tongas dapat terwujud berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Probolinggo, serta Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Probolinggo.

RSUD Tongas, imbuh dr. Catur, juga telah memperoleh izin, ID, dan password dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus mendukung RSUD Tongas, khususnya Klinik CPMI ini, sehingga ke depan fasilitas dapat terus dilengkapi guna memberikan pelayanan maksimal bagi calon pekerja migran asal Kabupaten Probolinggo,” imbuhnya.

KOLABORASI: Bupati Probolinggo, Muhammad Haris (tengah) foto bersama usai meresmikan klinik bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di RSUD Tongas. (foto: Hafiz Rozani).

Dukungan Penuh Bupati

Bupati Probolinggo, Muhammad Haris, menekankan kepada seluruh tenaga medis dan staf RSUD Tongas untuk terus meningkatkan kolaborasi serta membangun pola pikir pelayanan setulus hati kepada masyarakat.

“Di usia ke-24 ini, RSUD Tongas semakin berkembang. Saya titip kepada dr. Catur beserta seluruh staf untuk menjadikan pelayanan RSUD Tongas semakin SAE (Sejahtera, Amanah-Religius, dan Eksis Berdaya Saing,” pesan Gus Haris, panggilannya.

Ia juga menyampaikan bahwa peresmian Klinik CPMI merupakan tindaklanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memberikan perlindungan bagi calon pekerja migran asal Kabupaten Probolinggo yang akan bekerja di luar negeri.

Keberadaan dua Klinik CPMI di Kabupaten Probolinggo, yakni di RSUD Waluyo Jati dan RSUD Tongas, juga menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan kesehatan para calon pekerja migran.

“Ke depan, tidak hanya klinik, tetapi Pemerintah Kabupaten Probolinggo juga akan menyiapkan tempat pelatihan bagi calon pekerja migran yang berlokasi di Mal Pelayanan Publik. Dengan dua fasilitas ini, masyarakat diharapkan memiliki bekal yang cukup dan tidak mengalami putus kontrak saat bekerja di luar negeri,” beber Gus Haris.

Dalam Peringatan HUT ke-24, RSUD Tongas juga menyerahkan hadiah berbagai perlombaan mulai Inovasi Award, Karyawan Teladan baik dokter hingga civitas RSUD Tongas, serta lomba videografi promosi kesehatan rumah sakit.

Hadiah sebagai stimulan agar semua karyawan, dokter dan civitas RSUD Tongas dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dampaknya, RSUD Tongas menjadi rumah sakit terbaik tingkat lokal dan nasional. (*)

Editor: Mohammad S

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.