Jember,- Kisah hidup yang memilukan datang dari Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember. Remaja bernama Muhammad Abril (16), dipasung keluarga sejak Februari 2026, tak lama setelah ayahnya meninggal dunia.
Kondisi Abril saat dipasung sangat memprihatinkan. Ia ditempatkan di samping dinding rumah yang berlubang cukup besar, sekitar 1 x 1,5 meter.
Meski suhu malam terasa dingin, ia tetap berada di lokasi tersebut tanpa pemindahan. Remaja yang berstatus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), hanya beralaskan kain dan berselimut sarung untuk bertahan.
Menurut keterangan ibu Abril, Sumiyatin, keputusan memasung buah hatinya dilakukan karena ia sempat mengamuk setelah kembali dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, Kabupaten Malang.
Bahkan, Abril sempat melakukan tindakan berbahaya dengan mencekik leher ibunya. Atas pertimbangan itu, keputusan berat pun diambil pihak keluarga.
“Saya dicekik di bagian leher,” ungkap Sumiyatin sambil memperagakan kejadian tersebut kepada wartawan, Rabu (1/4/26).
Sementara itu, sepupu Abril, Muhammad Sobri, menjelaskan bahwa gangguan kejiwaan yang dialami Abril telah ada sejak lahir.
Namun dalam setahun terakhir, kondisinya semakin memburuk. Meski sempat membaik usai menjalani perawatan di RSJ Lawang, situasi berubah drastis setelah ayahnya meninggal dunia.
Menurut Sobri, sosok ayah memiliki peran yang sangat dekat dalam kehidupan Abril. Kepergian sang ayah diduga menjadi pukulan berat yang memperparah kondisi mentalnya.
“Dia sangat dekat dengan ayahnya. Setelah ayahnya meninggal, kondisinya makin tidak stabil, sering mengamuk bahkan merusak barang di rumah,” Sobri memungkasi. (*)













