Jember,- Wacana penerapan kembali sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) menguap di Kabupaten Jember.

Ide awal disampaikan Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat melakukan kunjungan kerja ke PT Nankai Indonesia di Kecamatan Silo, Sabtu (14/3/26) siang.

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menjadi salah satu opsi untuk menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan biaya operasional pemerintahan di tengah dinamika harga energi global.

“Kita punya pengalaman saat pandemi Covid-19. Dengan teknologi yang sudah semakin maju, skenario WFH bisa diterapkan kembali secara selektif tanpa mengurangi kualitas layanan publik,” kata Fawait.

Ia menilai, perkembangan teknologi informasi saat ini memungkinkan koordinasi dan pelayanan tetap berjalan secara efektif meskipun tidak seluruh pekerjaan dilakukan dari kantor.

Karena itu, sambungnya, skema kerja fleksibel dapat menjadi alternatif untuk mengefisienkan penggunaan energi dan anggaran operasional.

Wacana tersebut muncul seiring meningkatnya perhatian terhadap efisiensi energi, terutama setelah fluktuasi harga minyak dunia yang dipengaruhi situasi geopolitik global.

Dalam kunjungan yang sama, Fawait juga meninjau aktivitas produksi PT Nankai Indonesia, perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal Jepang yang beroperasi di Kecamatan Silo.

Perusahaan tersebut diketahui telah menanamkan investasi sekitar 10 juta dolar AS atau lebih dari Rp150 miliar di Jember.

Saat ini PT Nankai Indonesia mempekerjakan sekitar 250 pekerja, dengan mayoritas berasal dari masyarakat lokal di sekitar wilayah Kecamatan Silo.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat langsung aktivitas industri di daerah. “Serta peran investasi dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” tutur Fawait. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.