Lumajang, – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, ribuan warga kurang mampu di Kabupaten Lumajang masih menantikan bantuan pangan dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pokok Lebaran.

Namun, bantuan yang seharusnya membantu masyarakat miskin menjelang hari raya itu dipastikan baru akan disalurkan setelah Idul Fitri.

Program Bantuan Pangan (Bapang) tersebut berupa paket berisi beras 10 kilogram dan dua liter minyak goreng untuk setiap penerima manfaat. Bantuan ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang ditujukan bagi masyarakat miskin di seluruh Indonesia.

Untuk diketahui, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan paket sembako bagi 18 juta masyarakat miskin yang masuk dalam kategori desil satu hingga empat.

Di Kabupaten Lumajang sendiri, tercatat sekitar 140.000 warga miskin akan menerima bantuan tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, Retno Wulan Andari mengatakan, data penerima bantuan telah dihimpun melalui koordinasi dengan Dinas Sosial.

“Datanya kita mintakan ke Dinsos untuk warga yang masuk desil 1 sampai 4 sekitar 140.000 penerima manfaat,” kata Retno di Lumajang, Rabu (11/3/2026).

Meski data penerima bantuan sudah tersedia, penyaluran bantuan belum bisa dilakukan sebelum Lebaran. Hal ini disebabkan salah satu komoditas dalam paket bantuan yakni, minyak goreng hingga kini belum diterima oleh Bulog.

Retno menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Bulog, distribusi bantuan pangan di Lumajang baru dapat dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri.

“Hasil koordinasi dengan Bulog, Bantuan Pangan di Lumajang akan didistribusikan setelah Lebaran karena minyak gorengnya belum datang,” pungkasnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.