Jember,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember membentuk Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program tersebut.

Pembentukan satgas ini ditujukan untuk memastikan dapur MBG mematuhi standar operasional dan ketentuan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Pemerintah daerah menegaskan akan bersikap tegas jika ditemukan pelanggaran serius dalam pelaksanaan program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu.

Bupati Jember Muhammad Fawait, mengatakan, dapur MBG yang terbukti bermasalah dapat direkomendasikan untuk tidak melanjutkan pelayanan alias ditutup.

Menurutnya, kesalahan fatal dalam pengelolaan makanan berpotensi berdampak langsung pada penerima manfaat, seperti menu yang tidak sesuai porsi atau sudah kadaluwarsa.

“Kalau ditemukan dapur yang tidak sesuai aturan, tentu akan kami rekomendasikan agar tidak dilanjutkan. Program ini menyangkut kepentingan besar, terutama anak-anak,” kata Fawait, Sabtu (31/1/26).

Ia menjelaskan, Instruksi Presiden Tahun 2025 memberikan kewenangan kepada kepala daerah untuk melakukan pemantauan langsung terhadap dapur MBG.

Selain itu, pemerintah daerah juga dapat menyampaikan rekomendasi apabila ditemukan indikasi pelanggaran terhadap ketentuan BGN.

“Pemerintah daerah dilibatkan untuk ikut mengawasi agar makanan yang disalurkan benar-benar sesuai standar,” ujarnya.

Terkait temuan di lapangan, Fawait mengimbau masyarakat agar menyampaikan laporan melalui mekanisme yang tepat dan terarah.

Eks anggota DPRD Jatim ini juga meminta agar dugaan masalah pada makanan MBG dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak berwenang atau tenaga ahli.

“Kalau ada hal yang dirasa tidak wajar, sebaiknya dilaporkan dulu. Jangan langsung disebarkan karena bisa menimbulkan kesalahpahaman,” papar dia.

Selain aspek gizi, program MBG juga dinilai berdampak pada pergerakan ekonomi lokal. Dengan jumlah dapur MBG yang cukup banyak, aktivitas penyediaan bahan pangan dan tenaga kerja dinilai memberi kontribusi ekonomi di daerah.

“Perputaran ekonomi dari dapur MBG cukup besar jika berjalan optimal,” pungkas Fawait. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.