Pasuruan, -Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus memacu peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Timur. Upaya tersebut ditandai dengan peresmian penggunaan ruang kelas baru, ruang makan, dan asrama di SMAN Taruna Madani Jawa Timur, Kamis (15/1/2026) siang.
Dalam kesempatan yang sama, gubernur juga meresmikan rehabilitasi dan revitalisasi untuk 24 unit sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta di wilayah Pasuruan dan Probolinggo.
Gubernur Khofifah mengatakan, revitalisasi sarana prasarana pendidikan merupakan bagian penting dalam memperkuat ekosistem pembelajaran di sekolah. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, ia berharap suasana belajar mengajar menjadi semakin nyaman dan berdampak pada peningkatan prestasi peserta didik.
“Revitalisasi ini menjadi bagian kebutuhan untuk menguatkan ekosistem pembelajaran. Harapan kita, kalau semua ter-support, suasana belajar mengajar menjadi makin convenient (nyaman) dan prestasinya meningkat,” ujar Khofifah.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari program besar Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui kewenangan pengelolaan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB.
Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan bahwa SMAN Taruna Madani Jawa Timur merupakan bagian dari pengembangan SMA Taruna Nala Malang atau SMA Taruna Nusantara Kampus Malang. Ke depan, Pemprov Jatim berencana memperluas pengembangan sekolah unggulan berbasis asrama (boarding school) ke sejumlah daerah lain guna mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan.
“Harapan kita nanti yang sekarang sedang berproses di Bojonegoro, kita akan mengembangkan di beberapa titik lain, misalnya di Jember. Saya sudah komunikasi dengan Bupati Jember,” ungkapnya.
Gubernur menegaskan, keberadaan sekolah teladan berbasis asrama diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan terbaik secara lebih merata bagi seluruh anak-anak Jawa Timur.
“Kenapa saya menyebut anak-anak Jawa Timur? Karena kuota non-Jawa Timur hanya 20 persen. Ini memang kita siapkan untuk mendidik, membina, dan menggembleng anak-anak Jawa Timur agar terlahir sebagai generasi yang memiliki kualitas SDM yang handal,” tegas Khofifah.
Ia menambahkan, penguatan pendidikan di sekolah-sekolah Taruna juga diarahkan pada pembentukan karakter, keseimbangan antara nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, serta karakter kebangsaan yang ingin dibangun di seluruh satuan pendidikan, khususnya SMA Taruna di Jawa Timur.
“Melalui sekolah-sekolah Taruna ini, kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat karakter, seimbang antara nilai keagamaan, nasionalisme, dan semangat kebangsaan,” kata Khofifah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai menjelaskan, pada tahun ini Gubernur Jawa Timur memberikan perhatian khusus terhadap penguatan fasilitas pendukung pembelajaran di SMA Negeri Taruna Madani. Salah satunya dengan meminta pembangunan satu unit laboratorium.
Bahkan, kata Aries, apabila pendapatan daerah Provinsi Jawa Timur mengalami peningkatan pada tahun berjalan, Pemerintah Provinsi berencana menambah ruang kelas baru sekaligus membangun masjid di lingkungan SMA Taruna Madani.
“Alhamdulillah, walaupun dalam kondisi efisiensi, Ibu Gubernur meminta tahun ini kita mendapatkan satu laboratorium untuk SMA Negeri Taruna Madani. Mudah-mudahan nanti di PAK, kalau pendapatan daerah naik, Ibu Gubernur akan menambahkan lagi ruang kelas baru, bahkan insyaallah kita bangun masjid di tempat ini,” jelas Aries.
Terkait program rehabilitasi dan revitalisasi sarana prasarana pendidikan, Aries menambahkan, untuk wilayah Pasuruan kegiatan tersebut dilaksanakan pada 15 satuan pendidikan yang terdiri atas enam SMA, enam SMK, dan tiga SLB, dengan total anggaran mencapai Rp16,33 miliar.
Sementara di wilayah Probolinggo, rehabilitasi dan revitalisasi dilaksanakan pada enam satuan pendidikan, masing-masing lima SMA dan satu SLB, dengan total anggaran sebesar Rp7,38 miliar.
“Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak dan akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan keselamatan, kenyamanan, dan mutu pelayanan pendidikan, baik bagi peserta didik maupun para guru,” pungkasnya. (*)












