Jember,- Pasca banjir dan tanah longsor di Aceh Utara dan Lhokseumawe, sejumlah wilayah mengalami kekurangan air bersih.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember menurunkan relawan untuk mendistribusikan air bersih ke lokasi terdampak.

Relawan yang tergabung dalam Tim Tanggap Darurat Bencana (TDB) Sumatera–Aceh dipimpin Imron Syafii.

Sejak pertengahan Desember 2025, satu unit truk tangki air dikerahkan untuk menjangkau permukiman warga dan fasilitas umum yang terdampak banjir.

Pada Senin (15/12/25), Tim TDB menyalurkan 5.000 liter air bersih ke Desa Gelimpang Sulu, Kecamatan Dawantara, untuk 35 kepala keluarga.

Distribusi dilakukan dengan sistem pembagian langsung karena keterbatasan tandon air di lokasi.

Pada Selasa (16/12/25), distribusi dilanjutkan ke Kecamatan Lapang dan Muara Batu. Sebanyak 5.000 liter air disalurkan ke Pondok Pesantren Darul Muttaqin, serta ke Desa Krojngmone dan Lokmerbo. Total penerima manfaat mencapai sekitar 1.400 jiwa.

Distribusi berikutnya dilakukan pada Rabu (17/12/25) di Desa Paluhrea, Kecamatan Muara Batu, yang menjangkau 226 kepala keluarga.

“Kami fokus pada pemenuhan kebutuhan air bersih warga terdampak banjir. Distribusi tetap dilakukan meski terdapat keterbatasan sarana penyimpanan,” kata Imron, Minggu (4/1/26).

Selain kendala teknis, faktor keamanan juga menjadi perhatian. Seorang personel PMI dari Kontingen Jawa Tengah, M. Dwiki Reza asal Brebes, dilaporkan menjadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal di Mandailing Natal, Sabtu (13/12/25).

Korban mengalami luka bacok dan dirawat di RSUD Panyabungan. Peristiwa tersebut ditangani Polres Mandailing Natal.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, mengatakan, distribusi air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan lapangan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PMI dalam respon cepat bencana nasional,” terangnya. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.