Lumajang, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menegaskan, tidak akan ada lagi fasilitas pendidikan yang dibangun di kawasan rawan erupsi Gunung Semeru.

Keputusan ini diambil sebagai langkah tegas untuk melindungi keselamatan siswa dan tenaga pendidik, setelah wilayah tersebut resmi ditetapkan sebagai zona merah yang tidak layak dihuni maupun digunakan sebagai lokasi kegiatan belajar mengajar.

Salah satu sekolah yang terkena dampak langsung adalah SDN Supiturang 2, yang hilang total tersapu material erupsi pada 19 November 2025.

Sebagai langkah penyelamatan jangka panjang, seluruh siswa dari sekolah tersebut dipindahkan secara permanen ke SDN Supiturang 1, yang berada di kawasan lebih aman.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati menegaskan, keselamatan peserta didik adalah prioritas utama pemerintah daerah.

“Wilayah tersebut sudah masuk zona merah. Sekolah tidak boleh lagi berdiri di sana. Semua anak harus belajar di tempat yang benar-benar aman,” kata Indah, Sabtu (29/11/2025).

Untuk memastikan kualitas pembelajaran tidak terganggu, Pemkab Lumajang akan menambah ruang kelas serta memperbaiki berbagai sarana pendukung di SDN Supiturang 1.

“Kami tidak akan membangun sekolah lagi di lokasi yang berisiko. Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas. Penambahan ruang kelas di SDN Supiturang 1 akan segera dikerjakan sesuai kebutuhan,” tegasnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.