Jember,- Gelombang protes atas meninggalnya seorang pengemudi ojek online di Jakarta, Affan Kurniawan (21) meluas, tak terkecuali di Kabupaten Jember.
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Amarah Masyarakat Jember (AMJ) dari berbagai perguruan tinggi turun ke jalan, Sabtu (30/8/25) siang.
Massa menuntut pertanggungjawaban aparat kepolisian atas peristiwa yang menewaskan Affan, usai terlindas kendaraan taktis Brimob saat aksi di Pejompongan, Jakarta Pusat.
Aksi solidaritas ini diawali long march dari Double Way Universitas Jember menuju kantor DPRD, lalu berlanjut ke depan Mapolres Jember.
Massa membawa lima tuntutan, mulai dari pembebasan peserta aksi yang ditahan, pengusutan aparat pelaku kekerasan, evaluasi internal Polri, hingga pencopotan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya.
Ketegangan muncul ketika Kapolres Jember, AKBP Bobby Adimas Candra Putra, menolak menandatangani poin tuntutan mengenai pencopotan Kapolri. Bobby menegaskan, hal itu merupakan ranah Presiden, bukan kewenangan kepolisian daerah.
Penolakan tersebut memicu kekecewaan sebagian besar mahasiswa. Sikap Kapolres dinilai sebagai cerminan ketidakberpihakan kepada rakyat.
“Sejak tahun 2021, represivitas aparat semakin menjadi. Kapolri tidak cukup hanya minta maaf, harus mundur. Penolakan poin empat ini menunjukkan keberanian aparat di daerah masih setengah hati,” kecam Koordinator aksi, Abdul Aziz Al-Fazri,
Hingga sore hari, massa terpecah menjadi dua kelompok. Sebagian mengikuti instruksi koordinator untuk mengakhiri aksi, sementara sekitar 200 mahasiswa tetap bertahan di depan Mapolres menuntut agar seluruh poin disepakati tanpa pengecualian.
Penyampaian aspirasi publik ini sempat memanas yang dipicu pelemparan botol plastik ke arah aparat, meski aksi akhirnya tetap terkendali.
“Kami hormat kepada pimpinan. Nota kesepakatan bisa kami tandatangani, namun poin empat harus dicoret.” ucap Kapolres Bobby saat berdiri di atas mobil komando aksi.
Meski berakhir dengan punuh ketegangan, aksi AMJ di Jember disebut sebagai awal dari rangkaian gerakan lanjutan.
Koordinator aksi, Abdul Aziz memastikan, mereka akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar dalam beberapa hari kedepan. (*)
Editor : Mohammad S
Publisher : Keyra