Probolinggo,- PCNU Kraksaan bakal menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) pada tanggal 14 September 2025 di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo.
Dua pekan jelang konfercab, berbagai aspirasi dari tokoh Nadhlatul Ulama (NU) mulai menguap. Reformasi struktur kepengurusan menjadi salah satu isu sentral yang kencang disuarakan.
Tokoh NU dari Ponpes Sirojul Ummah Desa Kertosono, Kecamatan Gading, Gus H. Adib Ali Rahbini mengatakan, selama 20 tahun terakhir PCNU Kraksaan tidak terlihat sebagai organisasi milik warga NU.
Ia menyebut, dalam dua dekade terakhir, organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia itu justru menjadi milik kelompok tertentu, bahkan kerap dijadikan kendaraan politik.
“Kami bukan pemilik suara. Tapi kami memiliki panggilan nurani dan punya aspirasi, agar peserta Konfercab tidak melupakan nilai sejarah panjang PCNU,” terang Gus Adib, Jum’at (29/8/25).
Oleh karenanya, Gus Adib berharap ada perubahan struktural di tubuh PCNU Kota Kraksaan untuk periode lima tahun ke depan sehingga keberadaan NU benar-benar dimiliki oleh nadhliyin.
“NU Kraksaan harus berubah secara fundamental. Agar menjadi rumah besar, bagi seluruh lapisan warga NU. Selama ini, NU Kraksaan hanya dikuasai kelompok tertentu,” beber jebolan Universitas Al Azhar Kairo Mesir ini.
Hal senada disampaikan oleh Pengasuh Ponpes Nurul Hasan Desa Seboro, Kecamatan Krejengan, Kiai Mahmudi. Ia berharap, NU Kraksaan kedepannya tidak lagi terkotak dalam pusaran kepentingan elit.
“Selama ini kiprah NU Kraksaan seperti bersekat dengan ruang hidup warga NU kultural. Semoga kedepan bisa sejalan dengan napas sejarah perjuangan NU,” harapnya. (*)
Editor : Mohammad S
Publisher : Keyra