Menu

Mode Gelap
Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos

Regional · 29 Agu 2025 20:36 WIB

Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya


					Tokoh NU dari Ponpes Sirojul Ummah Desa Kertosono, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Gus H. Adib Ali Rahbini. (foto: istimewa). Perbesar

Tokoh NU dari Ponpes Sirojul Ummah Desa Kertosono, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Gus H. Adib Ali Rahbini. (foto: istimewa).

Probolinggo,- PCNU Kraksaan bakal menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) pada tanggal 14 September 2025 di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo.

Dua pekan jelang konfercab, berbagai aspirasi dari tokoh Nadhlatul Ulama (NU) mulai menguap. Reformasi struktur kepengurusan menjadi salah satu isu sentral yang kencang disuarakan.

Tokoh NU dari Ponpes Sirojul Ummah Desa Kertosono, Kecamatan Gading, Gus H. Adib Ali Rahbini mengatakan, selama 20 tahun terakhir PCNU Kraksaan tidak terlihat sebagai organisasi milik warga NU.

Ia menyebut, dalam dua dekade terakhir, organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia itu justru menjadi milik kelompok tertentu, bahkan kerap dijadikan kendaraan politik.

“Kami bukan pemilik suara. Tapi kami memiliki panggilan nurani dan punya aspirasi, agar peserta Konfercab tidak melupakan nilai sejarah panjang PCNU,” terang Gus Adib, Jum’at (29/8/25).

Oleh karenanya, Gus Adib berharap ada perubahan struktural di tubuh PCNU Kota Kraksaan untuk periode lima tahun ke depan sehingga keberadaan NU benar-benar dimiliki oleh nadhliyin.

“NU Kraksaan harus berubah secara fundamental. Agar menjadi rumah besar, bagi seluruh lapisan warga NU. Selama ini, NU Kraksaan hanya dikuasai kelompok tertentu,” beber jebolan Universitas Al Azhar Kairo Mesir ini.

Hal senada disampaikan oleh Pengasuh Ponpes Nurul Hasan Desa Seboro, Kecamatan Krejengan, Kiai Mahmudi. Ia berharap, NU Kraksaan kedepannya tidak lagi terkotak dalam pusaran kepentingan elit.

“Selama ini kiprah NU Kraksaan seperti bersekat dengan ruang hidup warga NU kultural. Semoga kedepan bisa sejalan dengan napas sejarah perjuangan NU,” harapnya. (*)

 


Editor : Mohammad S

Publisher : Keyra


Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

DKKPro Tolak Alihfungsi Gedung Kesenian Kota Probolinggo, Beri Alasan Begini

27 Agustus 2025 - 04:03 WIB

Pasca Karyawan Tewas Diduga Gantung Diri, Disnaker Jatim Selidiki Pabrik Tepung di Jember

25 Agustus 2025 - 18:57 WIB

PT KAI Daop 9 Jember Berangkatkan 288 Peserta Tajemtra 2025 dengan Kereta Gratis

23 Agustus 2025 - 17:31 WIB

Polemik Royalti Musik, Pengusaha Hotel Bromo Mengaku Keberatan

22 Agustus 2025 - 19:09 WIB

Pasca Digeledah Kejaksaan, Disdikdaya Probolinggo Wajibkan Skrining Perpanjangan Kontrak PTT

22 Agustus 2025 - 17:16 WIB

Ada Tukar Guling Aset, Gedung Kesenian Kota Probolinggo Kembali Jadi Lapangan Tenis Indoor

21 Agustus 2025 - 05:01 WIB

Ada Peningkatan Jalur, Perlintasan Arjasa Jember Akan Ditutup Sementara

20 Agustus 2025 - 17:24 WIB

Kejari Geledah Kantor Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Sejumlah Ruangan Diperiksa

20 Agustus 2025 - 13:11 WIB

Momentun Kemerdekaan, 217 Tahanan Rutan Kraksaan Hirup Udara Bebas

17 Agustus 2025 - 19:16 WIB

Trending di Regional