Menu

Mode Gelap
Gerakan Solidaritas untuk Affan Kurniawan, Penegakan Keadilan hingga Salat Ghaib Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG

Hukum & Kriminal · 23 Jul 2024 22:07 WIB

Korban Pembacokan di Tongas Bantah Goda Istri Pelaku


					Ilustrasi pembacokan dengan senjata tajam. Perbesar

Ilustrasi pembacokan dengan senjata tajam.

Probolinggo,- Kasus pembacokan yang terjadi di Desa Semendi pada Kamis (18/7/24) lalu terus diselidiki oleh polisi . Dari hasil penyelidikan, A yang menjadi korban tidak pernah berkomunikasi dengan istri S.

Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Oki Ahadian Purwono, melalui Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah mengatakan, dari keterangan A yang merupakan korban dan juga tetangga S, bahwa ia tidak pernah berselingkuh dengan istri S, bahkan tidak pernah berkomunikasi.

“Motif pembacokan S terhadap A tersebut sebelumya diperoleh keterangan S yang berhasil diamankan. Namun setelah dilakukan pemeriksaan terhadap A, diketahui A tidak pernah berselingkuh atau berhubungan dengan istri S,” kata Zainullah, Selasa (23/7/24).

Hal tersebut diperkuat dengan hasil pemeriksaan oleh penyidik terhadap ponsel milik A, yang tidak ditemukan bukti chat dengan istri S.

Kemudian masih menurut keterangan A, S memang sering cemburu terhadap siapa pun yang berkomunikasi dengan istrinya.

Sebelumnya, pembacokan ini bermula saat A yang sedang berjalan melihat S duduk-duduk di pos di Jalan Dusun Tabata, Desa Semendi, Kecamatan Tongas. Ia duduk bersama saksi bernama Slamet.

A kemudian duduk bersama pelaku dan saksi. Setelah itu A menelepon temannya. Saat asik menelepon, dari belakang S membacok A sambil berucap ‘Mati kamu’.

“Setelah dibacok, A berusaha kabur, namun S tetap mengejarnya. Karena banyak warga datang, S akhirnya melarikan diri, sementara korban kemudian dilarikan ke rumah sakit,” Zainullah memungkasi. (*)

 


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Haliza


 

Artikel ini telah dibaca 78 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos

29 Agustus 2025 - 17:30 WIB

Modus Jual Beli Mobil Berkedok Kredit, Guru di Lumajang Terjebak Skema Tipu Daya Teman Sendiri

29 Agustus 2025 - 15:54 WIB

Tiga Truk Kayu Lolos dari Hutan, Ilegal Logging Diduga Sudah Berulang

29 Agustus 2025 - 08:48 WIB

Janji Bebaskan Tahanan, Tiga Preman Ngaku Polisi Ditangkap

28 Agustus 2025 - 15:39 WIB

Polisi Bongkar Peredaran Uang Palsu di Jember, Dua Orang Ditahan

27 Agustus 2025 - 20:57 WIB

Tragis! Dua Nelayan di Jember Tenggelamkan Kerabat ke Sungai Hingga Tewas

27 Agustus 2025 - 18:15 WIB

Satu Terpidana Penanaman Ganja di Lumajang Dipindahkan ke Lapas Kelas l Surabaya

27 Agustus 2025 - 16:01 WIB

Berkedok COD-an, Maling Motor asal Kuripan Bonyok Dihajar Warga

27 Agustus 2025 - 04:32 WIB

Hilang Sejak Maret, Motor Warga Bojonegoro yang Dipinjam Anak Punk Kini Kembali

26 Agustus 2025 - 19:07 WIB

Trending di Hukum & Kriminal