Lumajang,- Warga Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, memperingati tahun baru islam 1445 hijriah dengan menggelar tradisi Grebeg Suro, Minggu (7/7/24).

Grebeg Suro diartikan sebagai acara adat tahunan yang diadakan untuk menyambut datangnya Tahun Baru Islam (1 Muharram) oleh warga di lereng Gunung itu.

Kepala Desa Sumbermujur, Yayuk Sri Rahayu menyebut, ritual ini diadakan setiap satu tahun sekali. Tujuannya, agar warga dijauhkan dari musibah dan senantiasa diberkahi kemakmuran.

“Tradisi pendem kepala sapi ini adalah merupakan tradisi tiap tahun, yakni satu muharram atau satu suro,” kata Yayuk.

Sementara 22 gunungan yang diarak keliling desa, imbuh Yayuk, merupakan wujud rasa syukur atas panen melimpah yang didapat warga Huntap – Huntara dan warga Sumber Mujur.

“Dari 22 Gunungan, 21 diantaranya asli dari warga Sumbermujur, dan yang satu dari Huntap – Huntara yang saat ini sudah menjadi warga Desa Sumbermujur,” tuturnya.

Dirinya berharap, dengan adanya acara Grebeg Suro ini, masyarakat Huntap – Huntara bisa hidup berdampingan dengan warga asli Desa Sumbermujur.

“Semoga kami bisa hidup berdampingan dengan warga yang baru, yakni Huntap – Huntara. Semoga kami bisa hidup bersama serta rukun dan berdampingan,” jelasnya.

Warga setempat, Firman berharap, dengan adanya Grebeg Suro ini bisa membawa keberkahan bagi masyarakat Desa Sumbermujur dan sekitarnya.

Selain itu, ia berharap warga dijauhkan dari segala musibah terutama ancaman bencana erupsi Gunung Semeru yang bisa kapan saja terjadi.

“Acara ini bertujuan untuk menjaga dan melancarkan debit sumber mata air yang ada di sumber mata air Sumbermujur. Selain itu saya berharap daerah ini menjadi desa gemah ripah loh jinawi,” pungkasnya.

Setelah diarak berkeliling desa, hasil bumi langsung jadi objek rebutan ribuan warga. Setelah itu, dilanjutkan upacara prosesi penguburan kepala sapi hingga berakhir.

Grebeg Suro ini berbarengan dengan evwn Loemadjang Mbiyen yang diadakan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) di wisata Hutan Bambu Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Ribuan masyarakat pun memadati even Loemadjang Mbiyen sekaligus melihat Grebek Suro dan memperebutkan hasil yang yang berbentuk 22 gubungan. (*)

 


Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Moch. Rochim


 

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.