Menu

Mode Gelap
Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos

Pemerintahan · 3 Okt 2022 15:44 WIB

Biar Cantik, Pepohonan di Jalan Protokol Dipotong Poni


					Biar Cantik, Pepohonan di Jalan Protokol Dipotong Poni Perbesar

Probolinggo – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo mengantisipasi dampak bencana saat musim hujan agar tak terjadi pohon tumbang. Yang menarik, DLH menerapkan pemotongan atau pengeprasan pohon di sejumlah jalan protokol Kota Probolinggo dengan cara poni pohon.

Metode poni pohon ini yakni memotong bagian teratas pohon, serta merapikan bagian ranting pohon.

“Metode pemotongan pohon dengan metode poni ini cocok dilakukan pada pohon yang berumur tua yang banyak tersebar di Kota Probolinggo, sehingga jika terjadi angin kencang, pohon yang sudah di potong poni tidak akan roboh,” ujar Kabid Konservasi dan Pertamanan DLH Kota Probolinggo, Suciati Ningsih, Senin (3/10/2022).

Pemotongan pohon dengan metode poni ini juga memperindah saat pohon tersebut tumbuh kembali. Selain pohon akan semakin rindang, juga pertumbuhan antara satu pohon dengan pohon lain yang dipotong metode poni juga akan sama tingginya sehingga terlihat indah.

Metode potong poni oleh DLH ini sudah dilakukan pada beberapa pohon di sejumlah ruas jalan di Kota Probolinggo. Antara lain di Jalan Pahlawan, Jalan Panglima Sudirman, dan ruas jalan lain.

DLH sendiri belajar metode pemotongan pohon poni saat berkunjung ke Surabaya. Sehingga pohon- pohon yang ada di sepanjang jalan protokol tingginya sama dan juga rindang.

“Metode ini cocok diterapkan saat peralihan musim kemarau ke hujan sehingga ketika musim hujan telah usai, perrumbuhan pohon akan bagus dan mempercantik kota,” kata Suciati. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan

29 Agustus 2025 - 20:51 WIB

Dongkrak Produksi Pangan, Pemkab Jember Siapkan Pembangunan Irigasi Seluas 78 Hektare

29 Agustus 2025 - 13:52 WIB

Tiga Nama Muncul sebagai Calon PJ Sekda Kota Probolinggo, Siapa Saja?

28 Agustus 2025 - 21:06 WIB

BP Haji Bertransformasi jadi Kementerian, Kemenag Jember Sebut Minim Informasi

28 Agustus 2025 - 20:40 WIB

Demi Jalan Tembus GOR A. Yani, Pemkot dan Pemkab Probolinggo Sepakat Pinjam Pakai Aset

27 Agustus 2025 - 18:48 WIB

Pemkot Probolinggo Usulkan 1.877 Honorer jadi PPPK Paruh Waktu, Tunggu Restu Kemenpan RB

27 Agustus 2025 - 14:34 WIB

Bunda Indah Ingatkan ASN Lumajang untuk Adaptif Hadapi Era Digital

26 Agustus 2025 - 16:51 WIB

Polemik Alihfungsi Gedung Kesenian, Wali Kota Probolinggo Terbuka Dialog dengan Pelaku Seni

26 Agustus 2025 - 07:44 WIB

LSM Diduga Peras Kades di Lumajang, Bupati Tidak Akan Ditoleransi

25 Agustus 2025 - 17:53 WIB

Trending di Pemerintahan