Menu

Mode Gelap
Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos

Kesehatan · 28 Jun 2021 14:15 WIB

Rusunawa Mayangan Penuh Pasien Covid-19, Wali Kota Motivasi Nakes


					Rusunawa Mayangan Penuh Pasien Covid-19, Wali Kota Motivasi Nakes Perbesar

MAYANGAN,- Kasus positif Covid-19 di Kota Probolinggo meningkat signifikan selama beberapa hari terakhir. Bahkan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Mayangan yang menjadi tempat karantina pasien, kini penuh.

Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin menjelaskan, 50 kamar yang dipersiapkan untuk pasien Covid-19 di Rusunawa Mayangan, seluruhnya sudah terisi pasien. Satu pasien bahkan harus dipindahkan ke RSUD dr. Mohamad Saleh.

“Pasien yang dirujuk ini sebelumnya tidak memilik gejala. Namun saat dikarantina, si pasien mengalami batuk hingga sesak nafas. Agar mendapatkan perawatan medis, kita rujuk ke rumah sakit, apalagi disini sudah penuh,” kata Wali Kota saat meninjau kondisi pasien di Rusunawa Mayangan, Senin (28/6/21).

Selain memantau kondisi pasien, Wali Kota juga memberikan multivitamin dan suplemen kepada Tenaga Kesehatan (Nakes), yang bertugas di Rusunawa Mayangan. “Agar para nakes selalu sehat sehingga tetap bisa melayani dan merawat pasien,” ujarnya.

Dengan sesaknya pasien yang menjalani karantina di Rusunawa Mayangan, maka menurut Wali Kota, sebagian pasien Covid-19 telah diarahkan untuk menjalai isolasi di Puskesmas Wonoasih.

“Bisa menggunakan Puskesmas Wonoasih sebagai ruang isolasi bagi pasien Covid -19 yang tanpa gejala. Saat ini di Pukesmas Wonoasih sudah ada delapan pasien terkonfirmasi Covid-19,” papar dia.

Ia menghimbau, Kota Probolinggo tetap patuh menerapkan 5M. “Karena Covid-19 varian baru sudah menyebar di sejumlah wilayah di Jawa Timur. “Dengan menerapkan 5M, mudah-mudahan penyebaran Covid-19 bisa diputus,” ujarnya.

Penanggunag Jawab Pasien Covi-19 Rusunawa Mayangan, dr. Adinda, mengingatkan agar warga tetap waspada meski telah sembuh atau negatif Covid-19. Sebab, ia masih berpotensi mengalami gejala, mulai dari mudah lelah, nafas sering ngos-ngosan dan flu.

“Kita tidak henti-hentinya mengingatkan masyarakat, pentingnya pencegahan dini dengan tetap menerapakan protokol kesehatan. Penanganan Covid-19 ini tidak hanya tugas pemerintah, namun juga kita bersama,” wantinya.

Data Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, saat ini ada 62 pasien yang terpapar Covid-19. Puluhan pasien itu kini sedang menjalani karantina dan sebagiannya di rawat rumah sakit karena mengalami gelaja.(*)

Editor: Efendi Muhammad
Publisher: Albafillah

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kasus Campak Melonjak di Jember, Pencegahan Terhambat Imunisasi

29 Agustus 2025 - 14:18 WIB

Sebanyak 1.320 Kasus TBC di Lumajang, Anak dan Usia Produktif Paling Rentan

12 Agustus 2025 - 14:42 WIB

RSUD Lumajang Ungkap Fakta Meningkatnya Kasus Gangguan THT

8 Agustus 2025 - 17:23 WIB

Ratusan Warga Jember Ikuti Operasi Katarak Gratis, Lansia Prioritas

5 Agustus 2025 - 22:49 WIB

Waspada! Pasien Sakit Musiman di Jember Melonjak Gara-gara Anomali Cuaca

5 Agustus 2025 - 19:12 WIB

Capaian Cek Kesehatan Gratis Lumajang Baru 12,7 Persen, Tantangan Edukasi Masih Besar

27 Juli 2025 - 11:24 WIB

Gandeng UJ, Pemkab Lumajang Operasi Gratis Bibir Sumbing

13 Juli 2025 - 16:27 WIB

Canangkan Zero Kusta, Pemkab Probolinggo Gandeng Organisasi Pemerhati Kusta Internasional

9 Juli 2025 - 19:37 WIB

Kasus Kusta Indonesia Masuk 3 Besar Dunia, The Nippon Foundation Turun Tangan

9 Juli 2025 - 19:09 WIB

Trending di Internasional