Menu

Mode Gelap
Gerakan Solidaritas untuk Affan Kurniawan, Penegakan Keadilan hingga Salat Ghaib Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG

Wisata · 1 Jan 2021 09:40 WIB

Abaikan Prokes, Jalur Wisata Krucil Membludak saat Tahun Baru


					Abaikan Prokes, Jalur Wisata Krucil Membludak saat Tahun Baru Perbesar

KRUCIL-PANTURA7.com, Seruan untuk tetap di rumah dan mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang digencarkan Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo bak bertepuk sebelah tangan.

Di sejumlah tempat, kerumunan massa yang merayakan momentum tahun baru masih saja terlihat. Seperti yang nampak di jalur wisata Desa Bermi, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Jum’at (1/1/2021) siang.

Kerumunan warga yang hendak menuju  Wisata Bermi Eco Park tak terhindarkan. Bahkan saking ramainya warga yang melintas, membuat arus lalu lintas kendaraan tersendat.

Salah satu warga sekitar, Abdur Rohim menjelaskan, kepadatan pengunjung di jalan raya Desa Bermi itu mulai terjadi sejak pukul 8.00 WIB. Pada pukul 15.00 WIB, akses menuju Pegunungan Argopuro itu mulai longgar.

“Jika dilihat-lihat, kebanyakan warga sini (Probolinggo). Ada yang pakai masker, ada juga yang tidak. Kalau soal kerumunan, ya pasti terjadi,” kata Rohim.

Ia menjelaskan, sejatinya beberapa hari lalu sudah ada imbauan dari petugas Satgas Covid-19 Kecamatan Krucil agar tidak perlu merayakan tahun baru seiring pandemi Covid-19.

“Jauh hari sebelum pergantian tahun, sudah ada himbauan dari pemerintah,” paparnya menjelaskan.

Koordinator Gakkumdu Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto menyampaikan, pihaknya memang sudah mendapatkan laporan soal kerumunan massa di jalan raya Kecamatan Krucil.

“Kami sudah sampaikan kepada satgas kecamatan setempat untuk segera memantau. Lebih-lebih bagi para Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) di masing-masing wisata sekitar,” ujar Ugas.

Kerumunan massa itu, menurut Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo ini, juga disebabkan banyaknya wisata di luar Kabupaten Probolinggo ditutup. Sehingga warga ‘menyerbu’ objek wisata lokal yang medannya jauh dari jangkauan Tim Satgas Covid-19.

“Karena banyak yang tutup, akhirnya memilih pergi berlibur bersama keluarganya ke tempat wisata pegunungan. Apalagi Kecamatan Krucil hingga saat ini masih berada di zona hijau, tapi tetap kami pantau prokesnya kok,” ungkapnya. (*)


Editor : Efendi Muhamad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Ada Fenomena Embun Upas di Bromo, TNBTS Waspadai Potensi Kebakaran Hutan

29 Juli 2025 - 08:43 WIB

Seperti Tidur di Atas Salju, Cerita Pendaki yang Menyaksikan Ranu Kumbolo Membeku

27 Juli 2025 - 14:38 WIB

Fenomena Embun Upas di Gunung Bromo, Sajikan Eksotika bak Pegunungan Alpen

11 Juli 2025 - 08:49 WIB

Keamanan Pendaki Ditingkatkan, TNBTS Wajibkan Gelang RFID bagi Pendaki Gunung Semeru

6 Juli 2025 - 09:33 WIB

Wamen: Dulu Instagram Saya Penuh Laporan Pungli Tumpak Sewu, Sekarang Sudah Beres

29 Juni 2025 - 20:51 WIB

DPRD Desak Dinas Pariwisata Lumajang Segera Intervensi dan Perbaiki Manajemen Air Terjun Tumpak Sewu

22 Juni 2025 - 09:20 WIB

Tumpak Sewu: Satu Objek Wisata, Dua Tarif Masuk Berbeda

19 Juni 2025 - 13:30 WIB

Pengelolaan Pemandian Selokambang Lumajang Diduga Bocor

19 Juni 2025 - 12:16 WIB

Pariwisata Tumpak Sewu Terancam Stagnan, Homestay dan Atraksi Pendamping Tak Terkoordinasi

18 Juni 2025 - 17:21 WIB

Trending di Pemerintahan