Menu

Mode Gelap
Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos Modus Jual Beli Mobil Berkedok Kredit, Guru di Lumajang Terjebak Skema Tipu Daya Teman Sendiri Brak! Atap Kelas SMAN 1 Tiris Ambruk saat Jam Pelajaran, Puluhan Siswa Tertimpa Bikin Geger! Ular Piton 3 Meter Masuk ke Rumah Warga di Mayangan Kasus Campak Melonjak di Jember, Pencegahan Terhambat Imunisasi Dongkrak Produksi Pangan, Pemkab Jember Siapkan Pembangunan Irigasi Seluas 78 Hektare

Lingkungan · 15 Des 2020 10:14 WIB

Waspada! Mayoritas Wilayah Probolinggo Rawan Banjir dan Longsor


					Waspada! Mayoritas Wilayah Probolinggo Rawan Banjir dan Longsor Perbesar

KRAKSAAN-PANTURA7.com, Memasuki musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo memetakan daerah-daerah yang berpotensi menjadi Kawasan Rawan Bencana (KRB). Hasilnya, mayoritas wilayah di Kabupaten Probolinggo rawan bencana.

Terdapat 3 bencana alam yang kerap terjadi di Kabupaten Probolinggo jika musim penghujan. Yakni berupa tanah longsor, banjir hingga banjir bandang. Dalam peta BPBD, ada 22 kecamatan di Kabupaten Probolinggo yang berpotensi KRB.

KRB tanah longsor meliputi 8 kecamatan yaitu Kecamatan Sukapura, Sumber, Kuripan, Tiris, Krucil, Gading, Pakuniran dan Lumbang. Sedangkan KRB banjir mencakup 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Pakuniran, Dringu, Tongas dan Sumberasih.

Sementara KRB tinggi bencana alam kategori banjir bandang, terdapat 10 kecamatan, yaitu Kecamatan Sukapura, Tiris, Krucil, Gading, Pakuniran, Kotaanyar, Paiton, Krejengan, Lumbang dan Tongas.

Atas kondisi itu, BPBD Kabupaten Probolinggo mengimbau bagi warga yang mendiami 22 wilayah yang masuk KRB untuk waspada dan tanggap bencana. Sebab, curah hujan yang tinggi berpotensi menyebabkan bencana tak terduga.

“Untuk pencegahan, kami melakukan himbauan tentang kewaspadaan menghadapi musim penghujan, juga selalu mensosialisasikan infomasi hujan sehingga masyarakat memahami antisipasi yang harus dilakukan,” kata Kapala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi, Selasa (15/12/2020).

Selain itu, lanjut Anggit, himbauan formal melalui intruksi Bupati Probolinggo juga sudah disampaikan kepada jajaran pemerintah, baik di tingkat daerah, kecamatan hingga desa. Tujuannya, agar seluruh elemen masyarakat memperhatikan lingkungan sebagai antisipasi pencegahan.

“Seperti membersihkan sungai, saluran air, menanam pohon, mengaktifkan sosialisasi, mitogasi dan beragam ikhtiar lainnya agar kita semuanya mampu mengantisipasi dan mengendalikan bencana alam kedepannya,” ungkapnya. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 119 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Perkuat Jalur Gumitir, Pemasangan Beronjong di Tikungan Khokap Dikebut

27 Agustus 2025 - 03:35 WIB

Cuaca Ekstrem, BPBD Lumajang Ingatkan Hindari Kawasan Rawan Longsor dan Banjir

21 Agustus 2025 - 20:20 WIB

TRC dan Loader Dikerahkan, BPBD Lumajang Buka Akses Jalan Tertimbun Longsor

20 Agustus 2025 - 14:16 WIB

Jelang Perayaan HUT Kemerdekaan RI, Warga Protes Kerusakan Hutan di Kawasan Proyek Tol Probowangi

16 Agustus 2025 - 19:55 WIB

Ingat! Mulai 10 Agustus 2025, Pasar Minggu Kota Probolinggo Pindah ke Jalan Suroyo

8 Agustus 2025 - 19:52 WIB

Portal Jalan Tambakrejo–Lumbang Ditata Ulang, Mobil Damkar Jadi Tolak Ukur

2 Agustus 2025 - 18:04 WIB

Jalur Lumajang-Malang via Piket Nol Tertutup Longsor di Enam Titik

31 Juli 2025 - 19:36 WIB

Cuaca Ekstrem, BPBD Lumajang Imbau Penambang Waspada Banjir di Aliran Sungai Semeru

31 Juli 2025 - 16:05 WIB

Bakal Dipercantik, Alun-alun Kota Probolinggo Ditutup 5 Bulan

30 Juli 2025 - 16:31 WIB

Trending di Lingkungan