Menu

Mode Gelap
Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos

Politik · 2 Okt 2020 11:26 WIB

Klarifikasi Ekasila, Teno Tegaskan Pancasila Harga Mati.


					Klarifikasi Ekasila, Teno Tegaskan Pancasila Harga Mati. Perbesar

BUGULKIDUL-PANTURA7.com, Raharto Teno Prasetyo, kader PDI Perjuangan yang juga calon petahana di Pilwali Kota Pasuruan 2020, memberikan klarifikasi atas kata ‘Ekasila’ yang belakangan viral di media sosial (medsos) pun Whapsapp Grup (WAG).

Istilah ‘Ekasila’ memang sempat dilontarkaan calon walikota nomor urut 2 itu, dalam pidato Deklarasi Kampanye Damai, yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pasuruan, pada Sabtu (26/09/2020) lalu.

Dalam klarifikasinya, Teno memutarkan ulang video sambutannya di Deklarasi Kampanye Damai tersebut. Video itu dipertontonkan kepada awak media dan para elit politik dari parrtai pengusungnya.

Merujuk pada pidato sambutannya, Teno menyebut, ia sama sekali tidak mengatakan ingin merubah pancasila apalagi memimpin Kota Pasuruan dengan Ekasila yang merupakan pengerdilan dari Pancasila.

“Kami tetap dalam barisan Pancasila. Tidak ada dari kami yang ingin merubah Pancasila, Pancasila harga mati bagi kita,” tandas Teno dalam pernyataannya di sebuah rumah makan di Kecamatan Bugul Kidul, Jumat (02/10/20).

Teno menambahan, ia bersama Moh. Hasjim Asy’ari yang mendampinginya maju di Pilwali Kota Pasuruan, merasa dirugikan dengan munculnya narasi-narasi berbentuk hasutan dari penggalan video sambutannya yang beredar di dunia maya.

“Dari penggalan video tidak ada yang menyebutkan saya ingin mengganti Pancasila, justru narasi-narasi yang dituliskan itulah yang menjadi hasutan,” tambahnya.

Diketahui, dalam pidato sambutan di Deklarasi Kampanye Damai sebelumnya, Teno mengatakan, jika Pancasila diperas, munculah ekasila yang didapatkan dari Trisila, yaitu dari sosio nasionalis, sosio demokratis, dan ketuhanan yang berkebudayaan.

“Dan jika kita peras lagi, kita kristalisasi lagi, hanya ada satu kata untuk mewujudkan Kota Pasuruan yang lebih maju dan sejahtera adalah dengan cara bergotong-royong,” tambahnya dalam pidato tersebut. (*)


Editor : Efendi Muhamad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Dulu Duel saat Pilkada, PDI-P dan Partai Nasdem Kini Dukung Pemerintahan Gus Haris – Ra Fahmi

3 Juli 2025 - 21:34 WIB

Pemilu Nasional dan Pilkada Dipisah, Tantangan Baru bagi Partai Politik

30 Juni 2025 - 15:56 WIB

Pimpin Partai NasDem Kabupaten Probolinggo, Dini Rahmania Siap Maju Pilkada

28 Juni 2025 - 18:50 WIB

Era Baru, Dini Rahmania Nahkodai Nasdem Kabupaten Probolinggo

28 Juni 2025 - 15:04 WIB

Tidak Ada Pemilu, Bawaslu Kota Probolinggo Gandeng Kelompok Cipayung Plus Kerjasama Bidang ini

20 Juni 2025 - 20:30 WIB

Pilkades Serentak di Pasuruan Terancam Ditunda, 17 Desa Gagal Gelar Pemilihan Tahun Ini

14 Juni 2025 - 15:35 WIB

Tingkat Partisipasi Tinggi, KPU Kota Probolinggo Terbitkan 2 Buku Riset Pilkada

29 April 2025 - 20:14 WIB

KPU Probolinggo Belum Kembalikan Silpa Hibah Pilkada Serentak 2024, Nilainya Miliaran

24 Februari 2025 - 20:10 WIB

KPU Tetapkan Amin-Ina sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo Terpilih

6 Februari 2025 - 20:56 WIB

Trending di Politik