BESUK-PANTURA7.com, Desa Besuk Agung, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo bergolak, Rabu (8/4/2020). Pemicunya, warga setempat melancarkan protes untuk menolak rencana Tim Satgas Covid-19 terkait tempat karantina pemudik atau pendatang.

Warga berang karena Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Besuk, hendak menjadikan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Besuk Agung, sebagai tempat Karantina bagi pemudik yang berasal dari kecamatan setempat. Hal itu dinilai warga, mengancam keselamatan warga sekitar.

Namun, aksi yang dilakukan warga sekitar pukul 20.30 Wib tak sampai ricuh. Pihak kecamatan dan kepolisian berhasil meredam emosi warga yang datang ke SDN 1 Besuk Agung secara bergelombang.

“Alhamdulillah, cuma miss komunikasi saja. Warga khawatir dan takut, karena menurut warga, virus corona ini bukanlah virus yang biasa saja,” kata Camat Besuk, Puja Kurniawan.

Puja mengakui jika Tim Satgas memang berencana menjadikan SDN 1 Besuk Agung sebagai alternatif tempat isolasi bagi para pemudik. Opsinya, jika tempat karantina yang sudah ditetapkan sejak awal mengalami over kapasitas.

“Untuk lokasi awal, tempat karantinanya sudah selesai, kami taruh di SMPN 1 Besuk. Lokasinya sangat strategis, jauh dari pemukiman warga. Untuk SDN 1 Besuk Agung ini, sifatnya antisipasi saja, sebagai tempat isolasi alternatif,” jelas Puja.

Namun, imbuhnya, karena rencana itu menuai protes, maka Tim Satgas dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Besuk, sepakat menggagalkan rencana tersebut. Pertimbanganya, demi menjaga kondusifitas warga di Desa Besuk Agung.

“Apa yang menjadi kekhawatiran warga sekitar SDN 1 itu sudah kita tampung dan kita amini. Tempat alternatif ini kita batalkan dan tetap pada SMPN 1 untuk tempat isolasi pemudik,” terang Puja. (*)


Editor : Efendi Muhmmad
Publisher : A. Zainullah FT