KRAKSAAN-PANTURA7.com, Dua kali menjadi sasaran pelaku kejahatan, tak membuat CMDA (12) siswi SDN 1 Desa Kandang Jati, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo trauma. Sebaliknya, ia tetap tenang dan berusaha sabar.

Hal itu diampaikan CMDA kepada PANTURA7.com, saat ditemui di sekolahnya, Jum’at (14/2/2020). Ia menceritakan, dugaan percobaan penculikan pertama kali ia alami saat masih duduk di bangku kelas IV atau sekitar tahun 2018 silam.

“Kemarin itu yang kedua, yang pertama saat kelas empat, tapi saya tidak bilang ke temen-temen atau guru karena saya tidak tahu kalau akan diculik. Tempatnya juga sama, disana juga,” kata CMDA.

Meskipun percobaan penculikan kembali ia alami, lanjutnya, ia sama sekali tidak trauma. Hanya saja, saat mau berangkat dan pulang sekolah, kejadian menakutkan itu kembali terbayang.

“Kalau sebelumnya saya berangkat dan pulang sendirian, kadang juga naik sepeda angin. Kalau sekarang, pulang dan berangkat ke sekolah sudah dianter dan dijemput orang tua,” ujarnya polos.

Terpisah, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN I Kandang Jati, Juhaeri mengatakan, pihaknya sudah mewanti-wanti wali murid agar lebih meningkatkan pengawasan kepada anak-anaknya. Hal itu sebagai antisipasi agar kejadian yang dialami CMDA tak terulang.

“Kami harap anak-anak berangkat dan pulangnya itu diawasi. Jika mau berangkat atau pulangnya daru sekolah diantar orang tuanya,” pinta Juhaeri.

Diketahui, percobaan penculikan yang dialami CMDA, terjadi pada pada Rabu (12/2/2020) sekitar pukul 6.20 Wib. Ketika itu, korban yang berangkat seorang diri berjalan kaki mengaku hendak diculik oleh seorang pria yang mengendari sebuah mobil. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT