PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Pasca kerusuhan di Wamena Papua, gelombang eksodus warga asal Jawa Timur terus terjadi, tak terkecuali warga asal Kabupaten Probolinggo. Mereka tiba di kampung halamannya, Rabu (3/10) malam.

Puluhan orang ini sebelumnya diterbangkan dari Papua ke Bandara Abdurrahman Saleh Malang, bersama pengungsi lainnya. Mereka lalu menempuh perjalanan darat dan tiba di kantor Kecamatan Dringu, sekitar pukul 20.30 Wib.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, Achmad Arif menjelaskan, ada 31 warga yang dijemput dan dipulangkan. Proses pemulangan itu, kata dia, berdasarkan instruksi Bupati Probolinggo, P Tantriana Sari.

“Proses pemulangan ini atas perintah langsung dari Ibu Bupati yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Setelah pendataan, mereka kami antar ke rumahnya masing-masing,” kata Arif.

Arif melanjutkan, pihaknya akan terus memantau proses pemulangan warga asal Kabupaten Probolinggo, yang saat ini masih tertahan di Papua. “Hanya jumlah pastinya belum kami ketahui, tapi akan kami kawal terus,” janjinya.

Pantauan PANTURA7.com, dari 31 pengungsi terdapat dua bocah dan seorang wanita yang tengah hamil tua. Wanita itu diketahui bernama Sri Hariati (26) asal Desa Sumberklidung, Kecamatan Tegalsiwalan.

Sri Hariati menuturkan, ia dan suaminya nyaris dihabisi saat sekelompok orang di Wamena mensweping rumah-rumah yang dihuni perantauan asal Pulau Jawa. Ia selamat setelah warga setempat menyembunyikannya di sela-sela bangunan rumah.

“Bersyukur sekali bisa pulang ke rumah, saat ini situasi di Wamena masih kacau. Saya masih enam bulan disana ikut suami, tapi dengan situasi seperti ini saya tidak ingin kembali lagi,” paparnya. (*)

 

Penulis : Moh. Rochim

Editor : Efendi Muhammad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here