PROBOLINGGO-PANTURA7.com Budaya dan tradisi warga Suku Tengger di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo selalu terjaga hingga kini. Di antara tradisi yang masih dilestarikan warga Tengger adalah membuat Takir Kawung sebagai rangkaian dari perayaan Pawedalan Jagad atau  Yadnya Karo Tahun 1941 Saka, Senin (16/9).

Takir Kawung ini merupakan sesaji berupa isian hasil bumi dan makanan, yang dibuat menjelang Tari Sodoran. Isinya antara lain Sega Gerit atau nasi jagung yang dilengkapi lauk-pauk atau lazim disebut iwak osek.

Tak hanya melestarikan budaya warisan nenek moyang, ritual ini juga mengajarkan generasi muda untuk melestarikan bumi melalui upaya untuk mengurangi penggunaan plastik.

Salah satu warga Tengger, Suroto (33) menjelaskan, Takir Kawung sesaji pada perayaan  Yadnya Karo.

“Takir Kawung ini merupakan sesaji yang dihaturkan pada leluhur. Untuk dikembalikan pada bumi pertiwi,” katanya.

Ia menyebut, nantinya Takir Kawung yang diletakkan di ladang itu juga bisa berfungsi sebagai pupuk organik yang aman bagi bumi pertiwi.  “Ya harapannya ini juga diwariskan pada anak cucu kelak bahwa tradisi harus dijaga betul-betul,” tandasnya.

Dalam perayaan Yadnya Karo ini, setidaknya ada 19 ritual. Di antaranya Kumpul Karo, Tekane Ping Pitu, Resik Banten Karo yang sudah dilaksanakan.

Adapaun ritual hari ini di antaranya, Takir Kawung, Mapak Jimat Klonthongan, Tumpeng Gedhe, Sesanding/ Shanti. (*)

 

Penulis: Rahmad Soleh

Editor: Ikhsan Mahmudi

Baca Juga  8 Desa di Tongas Segera Nikmati Jargas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here