PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Se-ekor hiu paus dilaporkan terjebak di dalam kanal air (water intake) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, Kabupaten Probolinggo. Satwa dengan nama latin Rhincodon Typus itu mulai terlihat di kanal sejak Kamis (12/9) siang.

Supervisor Umum PT. Pembangkit Listrik Jawa Bali (PJB) PLTU paiton, Sukirman Hadi Prayitno membenarkan keberadaan hiu paus dalam kanal air di kawasan proyek strategis nasional itu. Namun kata Sukirman, pihaknya belum mengetahui berapa ekor hiu paus yang berada di kanal.

“Informasi terakhir, masih ada. Hanya keberadaannya itu kadang terdeteksi dan kadang – kadang tidak,” terang Sukirman saat dikonfirmasi vai seluler, Jum’at (13/9).

Sebagai tindakan preventif, pihaknya menurut Sukirman, sudah berkoordinasi dengan Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (BPSPL KKP). Empat petugas BPSPL KKP, jelasnya, sudah tiba di Paiton untuk melakukan obersevasi.

“Tadi malam sudah datang. Hari ini rencananya BPSPL akan melakukan observasi dan identifikasi, melihat keadaan dan bagaimana metode penanganannya nanti,” tandas dia.

Hiu paus yang terjebak dalam kanal air PLTU Paiton bukan kali pertama. Pada Februari 2015 silam, hiu paus berukuran 14 meter terjebak dalam kanal hingga mati. Keberadaan satwa tersebut bahkan membuat produksi energi listrik terganggu.

Lalu pada akhir Agustus 2019, seekor hiu paus juga masuk ke kanal air PLTU Paiton. Namun ukuran tubuh hiu paus yang masuk kala itu relatif kecil dengan panjang sekitar 4,5 meter dan terlihat berenang di jarak 450 meter dari pintu air.

Kepala BPSPL Denpasar Suko Wardono menuturkan, perairan utara Probolinggo memang menjadi kawasan perlintasan dan habitat hiu paus. Tak heran jika setiap tahun, biota ini selalu bermunculan di kawasan Probolinggo.

“Bulan ini memang sudah waktunya ada hiu paus di perairan Probolinggo,” demikian Suko menjelaskan. (*)

 

Penulis : Moh. Rochim
Editor : Efendi Muhammad

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here