Menu

Mode Gelap
Tiga Truk Kayu Lolos dari Hutan, Ilegal Logging Diduga Sudah Berulang Kebakaran Landa Pasar Baru Pandaan, Puluhan Lapak Terbakar Perbaikan Tuntas, Jalur Krucil – Tambelang Probolinggo Kini Mulus Tiga Nama Muncul sebagai Calon PJ Sekda Kota Probolinggo, Siapa Saja? BP Haji Bertransformasi jadi Kementerian, Kemenag Jember Sebut Minim Informasi Truk Muat 10 Ton Beras Tergelincir ke Sungai Bondoyudo Lumajang

Pemerintahan · 4 Jul 2019 08:32 WIB

Capai 99 Hari Kerja, Ini ‘Terobosan’ Walikota – Wakil Walikota Probolinggo


					Capai 99 Hari Kerja, Ini ‘Terobosan’ Walikota – Wakil Walikota Probolinggo Perbesar

PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Hari ini, Kamis (4/7/2019), pemerintahan Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin dan Wakil Wali Kota Mochamad Soufis Subri genap berusia 99 hari kerja. Meski baru seumur jagung, namun terobosan signifikan berhasil dilakukan.

Capaian kinerja 99 hari ini, kemudian disampaikan oleh pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo bersama seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kepada wartawan, pada Senin (1/7/2019) di Puri Manggala Bhakti, kantor Wali Kota Probolinggo.

Mengusung Visi “Bersama Rakyat Membangun Kota Probolinggo Lebih Baik, Berkeadilan, Sejahtera, Transparan, Aman, dan Berkelanjutan” inilah terobosan duet Hadi-Subri, yang menjadi program prioritas saat masa kampanye lalu.

Di bidang pendidikan, Hadi-Subri mendeklarasikan pendidikan gratis pada 27 Februari lalu. Melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan olah Raga, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo mengalokasikan dana Rp. 63.287.388.600,00 untuk pendidikan gratis SD/SMP Negeri.

Peninjauan lahan untuk pembangunan rumah sakit baru di Kota Probolinggo, beberapa waktu lalu. (Foto : Dok)

Selain itu, Pemkot mencari upaya untuk menyediakan seragam atau sepatu gratis bagi siswa SD/SMP. Wali Kota juga meminta kepada masyarakat agar melaporkan jika ada pungli-pungli dari sekolah kepada siswa.

Pada bidang kesehatan, Hadi-Subri yang dikenal dengan pasangan ‘Handal Brillian’, telah merealisasikan pelayanan kesehatan gratis di setiap Puskesmas. Bentuknya, berupa pelayanan persalinan gratis bagi warga miskin yang tidak memiliki BPJS dan dirujuk ke rumah sakit.

Selain itu, ada peningkatan honorarium kader Posyandu dan Kader Jumantik. Pemberian makanan tambahan pada balita di Posyandu, serta pemberian honorarium pada 9 orang kader Sektap KPAD HIV.

“Kami juga akan membangun rumah sakit baru di wilayah selatan. Saat ini progres perencanaannya sudah mencapai 95 persen. Kita terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan,” kata Wali Kota, Hadi Zainal Abidin.

Pada sektor peningkatan pelayanan, Hadi-Subri meresmikan pusat pengaduan (call center) 112 yang menangani semua bentuk pengaduan dari masyarakat. Proses pengurusan santunan kematian juga dipercepat yakni 3 hari uang sudah ditransfer ke rekening penerima.

“Sementara terkait GTT/PTT, kami sudah mulai merealisasikan janjinya seperti pemberian SK Wali Kota untuk 512 PTT Sekolah, 18 orang tenaga akuntansi, dan 40 orang pengemudi mobil dinas pimpinan,” ujar Wali Kota.

Walikota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin saat memaparkan capaian 99 hari kerja di masa pemerintahannya. (Foto : Dok).

Di ranah pelayanan administrasi, Pemkot Probolinggo menghadirkan Mall Pelayanan Publik, sehingga masyarakat lebih mudah dan murah dalam mengurus kebutuhan administrasi seperti SIM, KTP, izin-izin usaha, serta pelayanan Pemerintah Kota Probolinggo dan instansi vertikal.

“Kita sedang mengusahakan pelayanan imigrasi, sudah ada disposisi dari Menteri Hukum dan HAM. Kita tunggu saja realisasinya. Kalau terealisasi, nanti masyarakat tidak perlu jauh-jauh ngurus passport ke Malang atau Surabaya,” tandas Wali Kota.

Selain program prioritas diatas, Hadi-Subri berhasil menjalankan bantuan peralatan dan sembako untuk penyandang disabilitas, bantuan sembako bagi ODGJ, Pelatihan membatik dan menjahit bagi disabilitas, Bantuan Pangan Non Tunai, lalu peresmian Unit Layanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (ULT-PK).

Tak hanya itu, Hadi-Subri menginstruksikan dibentuknya kampung-kampung tematik sebagai bentuk pengembangan dari kampung tematik yang sudah ada. Wali Kota menginisiasi satu kelurahan memiliki kampung tematik.

“Semua kampung tematik sudah terbentuk dan sudah dilombakan. Hasilnya, kampung DORA (Donor Darah) di Kelurahan Triwung Lor berhasil menjadi yang terbaik,” tutup Wali Kota Hadi. (Adv).

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tiga Nama Muncul sebagai Calon PJ Sekda Kota Probolinggo, Siapa Saja?

28 Agustus 2025 - 21:06 WIB

BP Haji Bertransformasi jadi Kementerian, Kemenag Jember Sebut Minim Informasi

28 Agustus 2025 - 20:40 WIB

Demi Jalan Tembus GOR A. Yani, Pemkot dan Pemkab Probolinggo Sepakat Pinjam Pakai Aset

27 Agustus 2025 - 18:48 WIB

Pemkot Probolinggo Usulkan 1.877 Honorer jadi PPPK Paruh Waktu, Tunggu Restu Kemenpan RB

27 Agustus 2025 - 14:34 WIB

Bunda Indah Ingatkan ASN Lumajang untuk Adaptif Hadapi Era Digital

26 Agustus 2025 - 16:51 WIB

Polemik Alihfungsi Gedung Kesenian, Wali Kota Probolinggo Terbuka Dialog dengan Pelaku Seni

26 Agustus 2025 - 07:44 WIB

LSM Diduga Peras Kades di Lumajang, Bupati Tidak Akan Ditoleransi

25 Agustus 2025 - 17:53 WIB

SPPG Lumajang Sasar 3.750 Siswa dan Ibu Hamil, Bupati: Menu Disesuaikan Kebutuhan Gizi

25 Agustus 2025 - 17:30 WIB

Bupati Lumajang: 73 Titik SPPG Disiapkan, 61 Sudah Miliki Titik Lokasi dan Izin Operasional

25 Agustus 2025 - 17:20 WIB

Trending di Pemerintahan