PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Bulan ramadan bukannya banyak berbuat kebaikan, namun apa yang dilakukan dua pasangan bukan suami istri justru sebaliknya. Mereka terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo, saat bermesum ria di dalam kamar hotel.

Dua pasangan mesum ini adalah SM (40) warga Desa Langkap, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo dan seorang wanita HF (38) warga Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.

Pasangan lainnya ialah SH (43) warga Desa Krampilan, Kecamatan Besuk, dengan perempuan berinisial NS (41) warga Desa Randu Jalak, Kecamatan Besuk. Seluruhnya terjaring saat petugas razia di sebuah hotel di  Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton, Kamis (9/5/2019).

“Mereka kami amankan di kamar hotel. Setelah dimintai surat nikah, mereka tidak bisa menunjukkan. Jadi kami bawa ke markas dan memanggil perangkat atau kepala desanya masing-masing,” kata Koordinator Lapangan (Korlap) Tim Reaksi Cepat (TRC) Satpol PP Kabupaten Probolinggo Nurul Arifin.

Dari hasil interogasi petugas, lanjut Nurul, ternyata kedua pasangan tersebut sama-sama memiliki rumah tangga. Ironisnya, meski siang bolong di tengah bulan ramadan, mereka telah melakukan hubungan layaknya suami istri di dalam kamar hotel.

“Parahnya, persetubuhan ini dilakukan saat siang hari di bulan puasa. Padahal, mereka semua sudah punya keluarga dan anak,” terang Nurul sambil geleng-geleng kepala.

Sementara SH, salah satu pria dari pasangan selingkuh tersebut mengaku, ia sudah lama menjalin hubungan gelap dengan kekasihnya (NS). Meski demikian, ia tak menyesal dan sadar jika kekasihnya sudah bersuami dan ia juga sudah beristri dan memiliki anak.

“Seingat saya, saya main (berhubungan badan, red) dengan dia pertama kali itu di rumahnya saudara. Tadi pas mau ke hotel, saya jemput dia ketika sedang jemur gabah padi,” tutur pria anak satu ini. (*)

 

 

 

Penulis : Moh Ahsan Faradies

Editor : Efendi Muhammad

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here