Lumajang,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi aktivitas vulkanik Gunung Semeru.

Sejumlah langkah antisipasi dilakukan, mulai dari menyiagakan personel di titik strategis, menambah delapan unit kamera pengawas atau CCTV, hingga menyiapkan logistik darurat.

Penguatan kesiapsiagaan tersebut dilakukan menyusul aktivitas Gunung Semeru yang masih cukup aktif pada Rabu, 4 November 2026.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, tercatat dua kali erupsi, masing-masing pada pukul 12.49 WIB dan 14.41 WIB.

Selain erupsi, aktivitas kegempaan berupa gempa letusan dan gempa guguran juga masih terekam. Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan kondisi masyarakat yang berada di luar zona bahaya hingga pemantauan Rabu sore masih aman dan terkendali.

“Kami terus berkoordinasi dengan PVMBG dan pemerintah desa untuk memastikan tidak ada warga yang beraktivitas di dalam radius bahaya,” kata Isnugroho, Kamis (5/11/2026).

Untuk memperkuat pengawasan, BPBD telah menyiagakan personel di Pos Curahkobokan dan Pos Oro-Oro Ombo.

Selain itu, delapan unit CCTV baru telah ditambahkan untuk melengkapi tujuh unit yang sebelumnya terpasang.

“Dengan penambahan tersebut, total terdapat 15 unit CCTV yang digunakan untuk memantau kondisi visual Gunung Semeru, daerah aliran sungai (DAS), serta jalur Piket Nol yang memiliki potensi kerawanan longsor,” kata dia.

Selain itu, tambahnya, kesiapan logistik turut disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi darurat.

Isnugroho menegaskan penguatan sarana pemantauan dan kesiapan personel menjadi bagian penting dalam mendukung respons cepat apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik maupun bencana susulan.

Di sisi lain, BPBD mengingatkan masyarakat agar mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan.

Warga dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.

Larangan juga berlaku dalam radius lima kilometer dari kawah karena berpotensi terdampak lontaran material vulkanik.

Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran lahar.

Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan abu vulkanik yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Ikuti arahan petugas di lapangan dan informasi resmi dari BPBD maupun PVMBG. Kewaspadaan dan kepatuhan masyarakat terhadap rekomendasi keselamatan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko bencana,” ujarnya. (*)


Editor: Elha Hidayat

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.