Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang menekankan pentingnya penguatan budaya lokal sebagai upaya meningkatkan kepercayaan diri generasi muda di tengah arus globalisasi.

Pemahaman terhadap budaya sendiri dinilai menjadi bekal penting dalam menghadapi interaksi lintas budaya yang semakin terbuka.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati mengatakan, seni budaya tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi artistik, tetapi juga sebagai medium untuk mentransmisikan nilai, norma, dan cara pandang yang membentuk jati diri masyarakat.

“Budaya bukan sekadar warisan, tetapi fondasi yang membentuk jati diri. Tanpa itu, generasi akan mudah kehilangan arah di tengah perubahan yang cepat,” katanya, Selasa (28/4/2026).

Menurut dia, globalisasi membawa peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Akses terhadap berbagai budaya dari luar semakin terbuka, namun di sisi lain berpotensi memicu pergeseran nilai jika tidak diimbangi dengan pemahaman yang kuat terhadap budaya lokal.

Dalam konteks ini, peran sanggar seni menjadi penting sebagai ruang pembelajaran sosial dan kultural. “Sanggar tidak hanya menjadi tempat berlatih seni, tetapi juga sarana menanamkan nilai secara kontekstual dan berkelanjutan,” jelasnya.

Melalui proses latihan tari, peserta didik tidak hanya mempelajari teknik gerak, tetapi juga memahami makna simbolik, filosofi, serta etika yang terkandung di dalamnya. Proses ini dinilai mampu membentuk kesadaran bahwa budaya merupakan bagian dari identitas yang hidup.

“Kalau generasi muda mengenal budayanya, mereka akan lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan dunia luar,” kata Indah. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.