Probolinggo,— Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Probolinggo turun jalan untuk menyampaikan protes keras terhadap cover Majalah Tempo yang menampilkan Ketua Umum Surya Paloh, Rabu (15/4/26) siang.
Kecaman itu disampaikan di Kantor DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo, Jl. Panglima Sudirman, Kota Kraksaan. Selain protes cover, massa juga mengecam pemberitaan di dalam majalah soal wacana merger Partai NasDem dengan Gerindra pimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Koordinator aksi, Andi Suryanto Wibowo, menegaskan bahwa aksi massa merupakan tindakan spontanitas pengurus DPD Partai Nasdem Kabupaten Probolinggo dan seluruh kader, yang ingin menjaga marwah ketua umumnya.
“Ini berkembang secara alami, tidak ada skenario, tidak ada apa-apa. Ini hanya bentuk solidaritas kita sebagai kader, kader militan di Kabupaten Probolinggo,” ujar Andi Suryanto Wibowo.
Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi NasDem ini menjelaskan, pihaknya juga membubuhkan tanda tangan massal pada banner untuk meluapkan ekspresi kolektif kader dan simpatisan.
“Ini merupakan ekspresi dari kami sebagai pengurus, simpatisan, sebagai bentuk dukungan moral kepada Partai NasDem bahwasanya kita masih setia di partai tercinta ini,” tambahnya.
Andi memandang, pertemuan tertutup Surya Paloh dan Presiden Prabowo Subianto, merupakan hal wajar yang tidak perlu dipolitisasi secara berlebihan.
“Saya rasa Ketua Umum bertemu dengan Presiden hal yang lumrah, dan semuanya bisa dilakukan oleh ketua umum-ketua umum yang lain. Ini salah satu bentuk cintanya Ketua Umum kepada negara tercinta kita,” tegasnya.
Terkait spekulasi merger atau peleburan partai yang beredar, Andi memastikan isu tersebut tidak menimbulkan gejolak berarti di internal partai.
“Kader di bawah tetap solid, tidak berdampak dengan adanya isu-isu seperti itu. Di Partai NasDem pun tidak ada gejolak yang begitu signifikan. Hal-hal yang negatif masih belum terasa di kami,” klaim Andi.
Aksi Serentak

Tidak hanya di Kabupaten Probolinggo, protes terhadap materi pemberitaan Majalah Tempo juga dilancarkan kader Partai Nasdem di sejumlah daerah lainnya, tidak terkecuali di Kota Probolinggo.
Massa turun jalan denga menggelar longmarch dari Stadion Bayuangga. Massa kemudian berjalan kaki melewati Alun-alun menuju kantor DPD Partai NasDem Kota Probolinggo di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan.
Di depan kantor DPD Partai Nasdem Kota Probolinggo, massa membentangkan sejumlah spanduk kecaman, diantaranya bertuliskan ‘Jangan Merusak Demokrasi dengan Berita Tendensius’ dan ‘Tempo, Berita Harus Akurat, Bukan Manipulatif’.
Selain itu, massa juga menyampaikan orasi dan membacakan dua poin pernyataan sikap. Intinya, seluruh kader Partai NasDem menyatakan keberatan atas pemberitaan Tempo yang dinilai tidak proporsional serta tidak menjunjung tinggi etika jurnalistik.
“Kami menuntut Tempo meminta maaf secara terbuka dan tertulis kepada Bapak Surya Paloh dan seluruh kader NasDem di seluruh Indonesia, serta mendesak Dewan Pers untuk segera bertindak tegas terhadap Tempo,” ujar Koordinator Lapangan, Ali Usman. (*)












