Probolinggo,- Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya reda meski gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat telah disepakati.

Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap nasib jamaah calon haji asal Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Probolinggo, yang sebentar lagi akan diberangkatkan ke tanah suci.

Pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Safara Qolby,  Mahbub Junaidi memastikan, jamaah haji asal Kabupaten Probolinggo akan diberangkatkan sesuai jadwal, yakni tanggal 22 April 2026.

Kepastian itu disampaikan Mahbub usai pelaksanaan Walimatus Safar sekaligus bimbingan manasik ke-15 yang digelar di Aula Madakaripura kantor Bupati Probolinggo, Minggu (12/4/26) siang.

“Ini Insya-Allah sudah 99 persen persiapannya. Bahkan jamaah sudah diberikan edukasi, terutama bagaimana menjaga kesehatan dan mental, fisik itu penting,” ujar Mahbub.

Tiga Skenario Penerbangan Disiapkan

Mahbub menjelaskan, pihaknya telah mengikuti Zoom meeting bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI untuk membahas situasi terkini terkait keamanan penerbangan menuju Arab Saudi.

Dari rapat tersebut, tiga opsi penerbangan telah disiapkan pemerintah sebagai antisipasi. Skenario pertama, jemaah tetap berangkat sesuai jadwal dengan mengikuti protokol keselamatan yang berlaku.

Skenario kedua, keberangkatan tetap dilaksanakan namun dengan pengalihan rute penerbangan melalui jalur Afrika. Adapun skenario ketiga adalah kondisi ideal penerbangan berlangsung normal tanpa hambatan.

“Informasi yang kemarin saya tangkap, jalurnya lewat Afrika. Kalau langsung ke Madinah paling tidak 11 jam. Namun kalau masih melewati Afrika, bisa sampai 30 jam,” terang Mahbub.

Meski demikian, ia menegaskan seluruh potensi biaya tambahan akibat pengalihan rute tidak akan dibebankan kepada jemaah. “Memang itu membutuhkan tambahan biaya, namun tidak dibebankan kepada jemaah,” tegasnya.

Dua Kloter, Enam Titik Keberangkatan

Tahun ini, KBIHU Safara Qolby memberangkatkan jemaah dalam dua kloter. Kloter 3 dijadwalkan berangkat pada Rabu, 22 April 2026 dini hari, sementara kloter 4 menyusul berselang sekitar satu jam kemudian.

Pemberangkatan tidak dipusatkan di satu titik melainkan enam titik keberangkatan yang tersebar di masing-masing kecamatan, dengan pusat pelepasan di miniatur Ka’bah Bentar.

Para jemaah selanjutnya akan menuju Embarkasi Surabaya dan bermalam di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), sebelum diterbangkan langsung menuju Madinah pada hari berikutnya.

Dam Lewat Adahi, Sesuai Aturan Saudi

Terkait kewajiban pemotongan Dam, KBIHU Safara Qolby telah menetapkan mekanisme melalui layanan Adahi. Mahbub menyebut keputusan ini diambil sesuai regulasi yang ditetapkan Kementerian Haji Arab Saudi, yang mengharuskan pemotongan Dam dilaksanakan langsung di Arab Saudi.

“Potong kurban memang kita sudah sepakat yaitu lewat Adahi. Karena itu sudah sesuai dengan aturan yang diberikan oleh Kementerian Haji Arab Saudi. Sehingga kita semua Safara tetap harus melaksanakan potong Dam-nya tetap di Arab Saudi,” jelasnya.

Edukasi Dilakukan Berkala

Mahbub mengakui, sejumlah jemaah sempat menyampaikan kekhawatiran atas eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Namun pihaknya terus memberikan edukasi dan pendampingan agar kekhawatiran tersebut tidak sampai menggoyahkan tekad keberangkatan.

“Kalau jemaah itu memang banyak yang khawatir sebetulnya. Cuma mereka kan sudah dari hati mereka menunggu lama. Insya-Allah mereka semuanya kita beri edukasi untuk tetap menjaga keselamatan juga,” tuturnya.

Kementerian Haji Arab Saudi sendiri, menurut Mahbub, telah menegaskan bahwa kondisi jemaah haji 2026 dinyatakan aman. “Insya-Allah aman,” sampainya. (*)

Editor: Mohammad S

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.