Pasuruan, – Lonjakan harga daging sapi di Kota Pasuruan mulai memukul pelaku usaha kecil. Pedagang bakso hingga jasa katering kini terpaksa mengakali produksi demi bertahan di tengah mahalnya bahan baku.
Saat ini, harga daging sapi kualitas terbaik di pasaran tembus Rp140 ribu per kilogram. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha tak lagi leluasa menggunakan daging sebagai bahan utama.
Tekad (53), penjual bakso, mengaku harus memangkas penggunaan daging secara drastis. Jika sebelumnya bisa menghabiskan hingga 5 kilogram per hari, kini jumlahnya turun jauh.
“Sekarang paling sekitar 1,5 kilogram. Itu juga saya campur dengan ayam supaya produksi tetap jalan,” ujar Tekad, Selasa (7/4/2026).
Ia menyebut, kenaikan harga sudah terjadi sejak Ramadan dan hingga kini belum juga turun. Untuk menekan biaya, ia juga mulai menggunakan daging dengan kualitas lebih rendah agar harga jual tetap bisa dijangkau pembeli.
Tekanan serupa dirasakan pelaku usaha katering. Purwati (60), warga Bugul Kidul mengatakan, dirinya harus menyesuaikan porsi sajian karena harga bahan baku melonjak.
“Pesanan sudah masuk pakai harga lama, jadi tidak mungkin dinaikkan. Akhirnya ya disiasati dari porsinya,” kata Purwati.
Menurutnya, kenaikan harga daging membuat keuntungan semakin tipis. Bahkan, jika perhitungan tidak cermat, usaha katering berisiko merugi.
Kondisi ini memaksa pelaku usaha lebih kreatif dalam mengelola bahan baku, mulai dari mencampur daging dengan bahan lain hingga mengurangi takaran per porsi.
Pelaku usaha berharap harga daging sapi segera stabil. Jika tidak, mereka khawatir usaha kecil akan semakin tertekan.
“Kalau terus naik seperti ini kami yang usaha kecil yang paling berat,” pungkasnya. (*)













