Probolinggo,- Malang menimpa Nur Hasia (19), warga Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. Karyawan SPPG menjadi korban begal saat hendak pulang ke rumah dari tempat kerjanya.
Informasi yang dihimpun, pembegalan terjadi padq Senin dini hari (9/3/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu, korban yang berboncengan dengan saudaranya, Santo, hendak pulang ke rumah.
Saat melintasi jalan Desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, korban yang mengendarai Honda Vario 125 bernopol N 6041 NG, dibuntuti oleh dua orang pria tidak dikenal.
Tepat di Jembatan Sempol, salah satu pelaku memepet kendaraan korban sembari mengeluarkan senjata tajam jenis celurit. Kondisi itu membuat kedua korban terjatuh dari motor.
Karena takut, korban kemudian melarikan diri ke arah utara atau atau perkampungan warga dengan membawa kunci kontak motornya. Namun, sepeda motor korban tetap berhasil dibawa kabur oleh pelaku ke arah timur dengan cara didorong.
“Sekitar pukul 03.00 WIB ada orang minta tolong. Kebetulan anak saya, Dofir, yang saat itu belum tidur menanyai korban. Ia mengaku menjadi korban begal di jembatan,” ujar warga sekitar, Asiah.
Asiah mengatakan, saat pertama kali meminta tolong, korban dalam kondisi mengalami luka di beberapa bagian tubuh yang diduga akibat terjatuh dari sepeda motor.
Warga kemudian memberikan pertolongan kepada kedua korban. Aksi koboi kedua pelaku, sempat terekam kamera CCTV milik salah satu toko yang berada di sebelah timur lokasi kejadian.
“Total sudah ada tiga kejadian pembegalan di lokasi yang sama. Meski penerangan sudah ada, tetapi di area jembatan memang sepi saat malam hari,” imbuh Asiah.
Kapolsek Leces Iptu Afdal Buana Rizal membenarkan terjadinya pencurian dengan kekerasan di wilayah hukumnya.
Korban, menurut Kapolsek, juga telah melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Leces. Namun sejauh ini, identitas kedua pelaku belum terungkap.
“Kejadiannya sebelum waktu sahur, salah satu pelaku sempat mengacungkan celurit ke arah korban. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan,” tutur Iptu Afdal. (*)












