Lumajang, – Video penganiayaan kucing yang diduga dilakukan seorang bocah menjadi perbincangan luas di media sosial. Rekaman berdurasi 3 menit 7 detik itu diunggah akun Facebook Bram Mulyana pada 15 Februari 2026 dan telah ditonton lebih dari 101.000 kali.
Dalam unggahannya, Bram menyampaikan keprihatinan mendalam atas tindakan tersebut. Ia meminta para orangtua lebih memperhatikan perilaku dan pergaulan anak-anaknya agar kejadian serupa tidak terulang.
“Miris, dari kami sih ikhlas kalau kucing kami mati dengan wajar, tapi kalau dibunuh kayak gini siapa pun jamin gak bakal tega,” tulisnya dalam unggahan yang kemudian viral, saat dikutip pada Rabu (25/2/2026).
Saat dikonfirmasi, Bram membenarkan bahwa kucing yang menjadi korban dalam video tersebut adalah miliknya. Ia menjelaskan, persoalan ini telah dimediasi oleh pihak RT/RW setempat.
Meski sempat terjadi cekcok dengan keluarga bocah, situasi akhirnya mereda setelah rekaman CCTV diperlihatkan.
“Sudah dimediasi oleh RT-RW. Keluarga anak tersebut akhirnya meminta maaf dan mengakui setelah melihat video CCTV dan akan beritikad baik,” katanya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, keluarga bocah tersebut berjanji memberikan sejumlah uang kompensasi. Namun, Bram menilai nominal tersebut tidak sebanding dengan nyawa kucing kesayangannya yang mati akibat penganiayaan, termasuk bulu kucing ras Munchkin miliknya yang turut dicabuti.
Ia menambahkan, ditepati atau tidaknya janji tersebut kini diserahkan kepada pihak RT selaku mediator. “Kami cuma memikirkan bahwa mereka masih tetangga satu perumahan,” katanya. (*)











