Probolinggo,– Ambruknya akses jalan utama penghubung Kecamatan Kotaanyar dan Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Minggu (22/2/26) dini hari, mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Jalan yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga tersebut ambruk sekitar pukul 00.30 WIB. Alhasil, arus transportasi antar wilayah lumpuh.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo, Asrul Bustami mengatakan, pihaknya telah turun tangan untuk memantau kondisi di lapangan.

Menurutnya, tim teknis saat ini tengah melakukan asesmen guna mengetahui tingkat kerusakan serta kebutuhan penanganan darurat.

“Kami sudah memonitor kejadian tersebut. Saat ini tim masih melakukan asesmen dan penilaian untuk menentukan skala prioritas penanganannya,” kata Asrul, Senin (23/2/26).

Ia menjelaskan, langkah awal yang dilakukan adalah mengidentifikasi penyebab keruntuhan, termasuk mengevaluasi struktur tanah dan aliran air di bawah badan jalan.

Hal ini penting untuk memastikan metode perbaikan yang akan diambil nantinya tepat sasaran dan tidak menimbulkan risiko lanjutan.

Asrul menambahkan, apabila hasil asesmen menunjukkan bahwa kejadian tersebut masuk dalam kategori bencana, maka penanganannya dimungkinkan menggunakan skema Belanja Tidak Terduga (BTT).

Dengan skema tersebut, perbaikan dapat diproses lebih cepat tanpa harus menunggu perubahan anggaran di tahun berikutnya.

“Jika nantinya dinyatakan sebagai bagian dari penanganan bencana, maka bisa menggunakan BTT dan memungkinkan untuk dikerjakan tahun ini,” jelasnya.

Sementara itu, akses jalan yang ambruk tersebut diketahui merupakan jalur vital bagi aktivitas masyarakat, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan publik.

Warga dari dua kecamatan terpaksa mencari jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh dan memakan waktu tempuh lebih lama.

Beberapa warga setempat berharap agar proses perbaikan dapat segera direalisasikan mengingat pentingnya fungsi jalan tersebut.

Terlebih, jalur itu kerap dilalui kendaraan pengangkut hasil pertanian dan kebutuhan pokok warga.

“Semiga saja segera diperbaiki, biar bisa dilintasi, kalau harus mutar jalan, lumayan jauh, apalagi untuk mobil,” kata salah satu warga setempat, Karim. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.