Jember,- Bulan suci Ramadhan membawa berkah tersendiri bagi pedagang bahan es di Pasar Tanjung Jember.

Di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas, aktivitas jual beli justru meningkat tajam seiring melonjaknya kebutuhan masyarakat akan minuman segar untuk berbuka puasa.

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan signifikan adalah kolang-kaling.

Harga bahan pelengkap es campur tersebut naik hingga 50 persen, dari Rp15.000 menjadi Rp22.000 per kilogram. Kenaikan ini dipicu oleh naiknya harga dari tingkat petani sejak awal Ramadhan.

Pedagang bahan es, Yeni Agustin, menyebutlonjakan harga tak lepas dari kondisi pasokan.

“Kolang-kaling dan rumput laut harganya melambung karena dari petani memang sudah naik,” ujarnya saat ditemui, Kamis (19/2/26).

Kenaikan harga tidak menyurutkan minat beli konsumen. Justru, Yeni mengaku, omzet penjualannya selama Ramadhan meningkat drastis, bahkan hampir sepuluh kali lipat dibanding hari biasa. Lonjakan pembeli membuat lapaknya selalu ramai sejak dini hari.

Untuk mengimbangi tingginya permintaan, Yeni terpaksa menambah jumlah karyawan dari dua orang menjadi delapan orang.

Jam operasional tokonya pun diperpanjang, mulai pukul 02.00 WIB hingga 22.00 WIB setiap hari selama bulan puasa.

“Insyaallah Ramadhan tahun ini lebih ramai dibanding tahun lalu. Cuacanya panas, jadi orang lebih banyak cari minuman segar,” kata Yeni.

Di tengah naiknya harga kolang-kaling, cincau justru menjadi produk paling laris karena harganya relatif terjangkau, yakni Rp4.000 per kilogram.

Selain cincau, bahan es seperti dawet juga banyak diburu pembeli untuk kebutuhan takjil.

Untuk menjaga pasokan, Yeni mengaku  mengambil cincau dan dawet langsung dari pabrik di kawasan Gading Joyo, Tegal Besar, Jember.

Dengan sistem itu, ia menjadi distributor tangan pertama sehingga harga jual bisa ditekan.

Fenomena meningkatnya permintaan bahan es juga dirasakan pedagang musiman.

Putri, penjual es campur di Kecamatan Arjasa, mengaku tetap berjualan meski harga beberapa bahan naik.

“Namanya juga Ramadhan, pembeli pasti banyak. Selama kenaikannya masih wajar, kita tetap jualan karena permintaan juga naik,” ujar Putri singkat.

Ramadhan tak hanya identik dengan kenaikan harga, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pedagang kecil, khususnya pelaku usaha musiman yang menggantungkan pendapatan dari penjualan takjil dan minuman berbuka puasa. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.