Jember,- Harga daging ayam di Kabupaten Jember mengalami kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir.
Di lapak pedagang, harga ayam potong sempat menyentuh Rp 42 ribu per kilogram, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di kisaran Rp 38 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tersebut semula diharapkan membawa dampak positif bagi pedagang, terutama menjelang bulan puasa.
Namun kondisi di lapangan justru sebaliknya, karena lonjakan harga tidak diiringi dengan peningkatan daya beli masyarakat.
Salah satu pedagang daging ayam di Pasar Tanjung, Devi Kusumawati, mengaku penjualan saat ini cenderung sepi meski harga sedang tinggi.
“Harga memang naik sampai Rp 42 ribu per kilo, tapi pembeli justru berkurang. Dagangan jadi lebih lama habis,” ujar Devi saat dikonfirmasi, Rabu (18/2/26).
Menurut Devi, kenaikan harga bukan disebabkan oleh kelangkaan stok. Pasokan ayam dari distributor masih berjalan normal dan ketersediaan di pasar terbilang aman.
“Stok sebenarnya banyak dan lancar, tidak ada kendala pasokan. Tapi mungkin karena harga naik, pembeli jadi menahan belanja,” katanya.
Memasuki awal bulan puasa, harga daging ayam mulai mengalami penurunan menjadi sekitar Rp 40 ribu per kilogram.
Meski demikian, angka tersebut masih tergolong tinggi dibandingkan harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp 32 ribu per kilogram.
Pedagang berharap, penurunan harga ini dapat memicu kembali minat beli masyarakat. Namun hingga saat ini, aktivitas pasar masih belum menunjukkan peningkatan signifikan.
“Mudah-mudahan beberapa hari ke depan kebutuhan masyarakat naik, jadi penjualan bisa kembali normal,” pungkas Devi. (*)












