Lumajang, – Banjir lahar susulan Gunung Semeru kembali menerjang wilayah Lumajang, Selasa (17/2/2026) sore, setelah hujan deras mengguyur kawasan puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Aliran lahar bercampur lumpur mengalir deras melalui Sungai Regoyo hingga Rejali dan sempat melompati jembatan limpas di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian.
Selain debit air yang tinggi, warga juga mencium bau belerang yang cukup menyengat dari aliran lahar. Kondisi ini membuat warga semakin waspada dan memilih menjauh dari bantaran sungai.
“Tadi ada bau belerang juga, yang dibawa oleh aliran lahar dingin Gunung Semeru,” kata Abdul, warga setempat.
Sebelumnya diberitakan, banjir lahar kali ini tergolong besar dibandingkan kejadian sebelumnya.
“Airnya deras sekali dan baunya menyengat seperti belerang. Sampai melompat ke atas jembatan, padahal sungainya sudah dinormalisasi,” kata Didik Hariono yang juga warga setempat.
Derasnya arus membuat jembatan limpas yang biasa dilalui warga sempat tidak bisa dilewati. Sejumlah pengendara motor memilih berhenti dan menunggu hingga debit air berangsur surut. Namun, ada pula yang nekat melintas meski harus menghadapi lumpur tebal di atas jembatan.
Meski sebelumnya telah dilakukan normalisasi sungai dan perbaikan saluran air, volume lahar yang besar tetap membuat lumpur meluber hingga ke badan jembatan. (*)











