Probolinggo,- Pencarian Muhammad Arsyad Arrazi (2), warga Dusun Polai, Desa Sumendi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, terus dilakukan. Pada hari ketiga, petugas gabungan menyisir aliran sungai hingga kedalaman air.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief mengatakan, penyisiran hari ketiga, Kamis (5/2/26) pagi, dibagi menjadi dua tim.

Tim pertama yang terdiri dari Tim Songa atau Pekalen, Polsek Tongas, dan warga menyisir dari titik lokasi kejadian menuju jembatan Bayeman.

Sedangkan tim kedua yang terdiri dari BPBD Kabupaten Probolinggo, Basarnas Banyuwangi, relawan dan masyarakat menyisir dari jembatan Bayeman hingga muara sungai.

“Selain menggunakan perahu, tim juga menyusuri sungai dengan terjun langsung ke air, bahkan tim pertama sempat mendapati adanya sumbatan sungai. Itu kami selami dan bersihkan, khawatir korban tersangkut,” kata Oemar.

Ia menjelaskan, kondisi ketinggian air sungai saat itu mencapai 1 meter hingga 1,5 meter namun arus tidak begitu kencang. Kondisi itu memudahkan petugas untuk menyisir dan turun ke air.

“Pencarian yang kami lalukan sudah maksimal, namun hingga hari ini korban masih belum di temukan,” imbuh Oemar.

Plt. Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah menyebut, sejak dilaporkan hilang, petugas gabungan masih melakukan pencarian korban dengan menyisir awal hilangnya korban hingga sungai Bayeman.

“Saat ini petugas gabungan terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai, namun hasilnya masih nihil,” paparnya.

Diketahui sebelumnya, Muhammad Arsyad Arrazi (2), warga Dusun Polai, Desa Sumendi, Kecamatan Tongas, Selasa sore (3/2/26) dilaporkan hilang. Warga menduga, korban tenggelam di sungai sekitar rumahnya berdasarkan jejak kaki dan bekas cakaran jari anak kecil di bibir sungai. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.