Probolinggo,- Kecelakaan air terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo, Minggu (25/1/26) siang. Seorang bocah berusia 14 tahun, meninggal dunia setelah terseret arus Kali Rondoningo di Desa Wangkal, Kecamatan Gading.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, korban dengan inisial RH, warga Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan, bersama dua orang temannya tengah mandi di aliran Kali Rondoningo.
Awalnya, aktivitas mandi di sungai aliran lereng Pegunungan Argopuro itu berjalan normal seperti kebiasaan anak-anak pada umumnya.
Namun, musibah terjadi ketika korban hendak naik ke bantaran sungai, seusai mandi. Diduga karena kondisi batu dan tanah di tepi sungai yang licin, korban terpeleset dan langsung terseret derasnya arus sungai.
Kanitreskrim Polsek Gading, Aipda Romli menjelaskan, dua teman korban sempat berusaha memberikan pertolongan. Sayangnya, upaya itu tidak membuahkan hasil lantaran arus Kali Rondoningo cukup deras.
“Kedua temannya sempat berusaha menolong, namun karena arus sungai terlalu kuat, korban tetap,” kata Aipda Romli.
Melihat korban terbawa arus dan menghilang dari pandangan, kedua teman korban segera meminta bantuan. Teman korban melapor ke warga sekitar.
Warga lantas melanjutkan laporan itu ke aparat kepolisian. Mendapat laporan, anggota Polsek Gading bersama warga langsung melakukan upaya pencarian menyusuri aliran sungai.
Proses pencarian dilakukan dengan menyisir aliran Kali Rondoningo dari titik awal korban terpeleset hingga beberapa kilometer ke arah hilir. Selang beberapa waktu, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
“Korban ditemukan sekitar enam kilometer dari lokasi awal terpeleset. Meski jaraknya cukup jauh, lokasi penemuan masih berada di wilayah Desa Wangkal,” jelasnya.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi oleh petugas kepolisian dibantu warga dan dibawa ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Atas kejadian tersebut, kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terlebih saat kondisi arus sedang deras.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mandi atau bermain di sungai saat kondisi air berpotensi berbahaya. Keselamatan harus menjadi perhatian utama,” Aipda Romli memungkasi. (*)












