Pasuruan, – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pasuruan sejak Selasa (20/1/2026) siang mengakibatkan banjir di sejumlah desa di Kecamatan Winongan. Luapan air sungai yang diperparah kiriman dari wilayah hulu menyebabkan permukiman warga hingga fasilitas umum terendam.

Berdasarkan data yang dihimpun, desa-desa yang terdampak banjir meliputi Desa Prodo, Bandaran, Winongan Kidul, Winongan Lor, Lebak, dan Sumberejo. Ketinggian air bervariasi di setiap wilayah, mulai dari menggenangi halaman rumah hingga masuk ke dalam bangunan warga.

Di Dusun Jetis, Desa Prodo, ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari satu meter. Air merendam rumah warga serta menutup akses jalan desa, sehingga aktivitas masyarakat lumpuh. Sementara di desa lain, genangan air berkisar puluhan sentimeter dan masuk ke rumah-rumah penduduk.

Salah seorang warga Dusun Serambi, Desa Winongan Kidul, Mariyati, mengatakan air mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 16.30 WIB. Genangan air juga merendam warung miliknya.

“Sekarang di warung saya ketinggian air sekitar 50 centimeter. Rumah juga kemasukan air, mertua saya terpaksa mengungsi,” ujar Mariyati saat ditemui di lokasi.

Menurut Mariyati, banjir terjadi akibat hujan deras yang belum reda serta kiriman air dari wilayah dataran tinggi Kecamatan Lumbang. Selain itu, meluapnya Sungai DAS Rejoso membuat air dengan cepat masuk ke kawasan permukiman warga.

Sementara itu, banjir juga melanda Desa Sumberejo akibat jebolnya pintu aliran sungai yang berada di kawasan wisata pemandian Banyubiru Park milik Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Peristiwa tersebut menyebabkan air sungai masuk deras ke area pemandian dan merendam kolam serta sejumlah fasilitas di sekitarnya.

Kepala Desa Sumberejo, Sakri, membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa lokasi yang terdampak merupakan pemandian milik Bumdes, bukan pemandian alam Banyubiru yang dikelola Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

“Debit air dari hulu sangat besar, pintu sungai tidak kuat menahan sehingga air menerjang ke area pemandian. Aliran sungai ini memang mengarah ke desa-desa di Winongan seperti Prodo dan Bandaran,” kata Sakri.

Sakri memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pihak desa, lanjutnya, akan segera melakukan pembersihan dan perbaikan fasilitas setelah kondisi air surut.

Hingga berita ini diturunkan, hujan di wilayah Kecamatan Winongan masih belum reda dan warga di sejumlah desa diminta tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.