Pasuruan, – Aksi teror pelemparan bom ikan atau yang dikenal dengan sebutan bondet kembali terjadi di wilayah hukum Pasuruan. Kali ini, rumah Arjoko (24), warga Dusun Gondosuli, Desa Puspo, Kecamatan Puspo, menjadi sasaran pelemparan bahan peledak tersebut oleh orang tak dikenal pada Senin (19/1/2026) malam.

​Akibat ledakan keras tersebut, atap teras rumah korban mengalami kerusakan parah. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

​Kapolsek Puspo, AKP Johanes Hardiono mengonfirmasi peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, pemilik rumah tengah berada di dalam kamar tidur dan dikejutkan oleh suara ledakan dahsyat yang berasal dari arah depan rumahnya.

​“Korban mendengar ledakan keras dari teras rumahnya dan melihat kepulan asap putih pekat. Ia lari keluar melalui pintu samping untuk memastikan keadaan,” ujar Johanes, Selasa (20/1/2026).

​Setelah memeriksa situasi, korban mendapati atap asbes di bagian teras depan rumahnya telah hancur dan berlubang. Arjoko kemudian segera memberitahu orang tuanya, Senari (71), sebelum akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Puspo.

​Mendapat laporan warga, petugas kepolisian langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.

​“Beberapa barang bukti yang kami amankan di antaranya serpihan pecahan batu kecil yang diduga bagian dari isi bondet, sisa plastik pembungkus warna hitam, dan serpihan pecahan asbes yang rusak akibat ledakan,” tambah Johanes.

​Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap identitas pelaku serta motif di balik aksi pelemparan bondet tersebut. Penyidik juga tengah menggali keterangan dari sejumlah saksi, termasuk warga yang berada di sekitar lokasi pasca ledakan.

​“Tidak ada korban jiwa. Kerugian material berupa kerusakan atap teras. Saat ini kami masih melakukan pendalaman untuk mengungkap pelaku di balik aksi teror ini,” pungkas Johanes. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.