Lumajang, – Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, masih berada pada status Level III atau Siaga.

Pada Kamis (15/1/2026) sore, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini terpantau kembali mengalami aktivitas vulkanik berupa awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 4 kilometer.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, periode pengamatan dilakukan mulai pukul 12.00 hingga 18.00 WIB. Secara visual, puncak Gunung Semeru tertutup kabut sehingga aktivitas letusan dan asap kawah tidak teramati. Namun, melalui pemantauan kegempaan, aktivitas vulkanik masih tergolong tinggi.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto mengatakan, selama enam jam pengamatan tercatat sebanyak 40 kali gempa letusan dengan amplitudo 10 hingga 22 milimeter dan durasi 94 hingga 139 detik.

“Selain itu, terdeteksi satu kali awan panas guguran dengan durasi mencapai 2.500 detik, satu gempa guguran, serta satu gempa hembusan,” katanya.

Kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau berawan hingga mendung dengan suhu udara berkisar antara 22 hingga 25 derajat Celsius. Angin bertiup lemah ke arah timur laut.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

Warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah karena berpotensi terdampak lontaran batu pijar.

Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.