Jember,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyerahkan Surat Keputusan (SK) Bupati tentang penugasan tambahan pejabat fungsional kesehatan sebagai kepala puskesmas kepada 50 tenaga kesehatan.

Penyerahan SK dilakukan oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, di Aula PB Sudirman, Sabtu (10/1/26) pagi.

Fawait menyampaikan, bahwa tahun 2026 menjadi momentum pembuktian kinerja, khususnya di sektor kesehatan. Ia menegaskan, pelayanan publik tidak cukup berhenti pada program, tetapi harus berdampak nyata bagi masyarakat.

Untuk menjaga kinerja tenaga kesehatan, Pemkab Jember memastikan kebijakan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tetap melindungi hak-hak nakes yang terlibat dalam berbagai skema kerja dan penyesuaian kelembagaan.

Dalam penjelasannya, Fawait menyebut, proses penunjukan kepala puskesmas dilakukan dengan pendekatan objektif dan berbasis kinerja.

Penilaian mencakup mutu pelayanan, kondisi sarana prasarana, hingga kemampuan pengelolaan pendapatan melalui kapitasi BPJS Kesehatan.

Ia juga menempatkan puskesmas sebagai fondasi pengembangan kepemimpinan kesehatan daerah.

Menurutnya, kepala puskesmas yang berhasil meningkatkan kinerja unitnya akan menjadi kandidat kuat untuk memimpin rumah sakit di masa depan.

“Puskesmas harus menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan. Dari sana akan lahir pemimpin rumah sakit yang berpengalaman dan berintegritas,” ujar Fawaid.

Pemkab Jember, lanjut Fawait, tengah menyiapkan sejumlah program prioritas di bidang kesehatan, seperti layanan home care, penguatan pelayanan primer, serta percepatan penurunan indikator strategis.

Termasuk stunting, angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian bayi (AKB). Meski tren perbaikan sudah terlihat, ia menilai capaian tersebut masih perlu dipercepat.

Sebagai langkah pengendalian, kinerja kepala puskesmas akan dievaluasi secara berkala setiap tiga bulan, sejajar dengan evaluasi kepala OPD dan camat.

Penilaian meliputi capaian indikator kesehatan, kualitas layanan, serta respons terhadap pengaduan masyarakat melalui kanal Wadul Gus’e.

Bupati juga menekankan pentingnya sinergi puskesmas dengan pemerintah kecamatan, terutama dalam penanganan kematian ibu, bayi, dan anak.

“Puskesmas adalah garda terdepan pelayanan dasar. Cara pandang ini harus kita perkuat,” bebernya.

Fawait memaparkan visi jangka panjang pembangunan kesehatan Jember, termasuk peluang pengembangan wisata medis sebagai sektor unggulan baru.

“Ke depan, Jember tidak hanya dikenal dengan wisata alam dan pendidikan, tetapi juga layanan kesehatan,” tutupnya. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.