Jember,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mulai memosisikan daerahnya sebagai city hub wisata Jawa Timur dengan menggandeng biro perjalanan wisata dari Bali, Yogyakarta, Solo, hingga Jakarta.

Langkah ini dilakukan seiring terbukanya akses penerbangan langsung dari Jakarta (Halim) dan Denpasar ke Jember.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember, Bobby Arie Sandy, menjelaskan, kunjungan para pelaku industri wisata tersebut merupakan bagian dari pengenalan potensi wisata Jember secara menyeluruh, mulai dari pegunungan, pantai, hingga wisata berbasis perkebunan dan riset.

“Selama ini mereka belum tahu bahwa Jember punya posisi strategis. Dari sini ke Bromo, Semeru, Senduro, hingga Kawah Ijen justru lebih mudah dan efisien,” kata Bobby, Minggu (14/12/25).

Ia menyebut, waktu tempuh menggunakan pesawat ke Jember hanya sekitar satu jam, jauh lebih cepat dibandingkan jalur darat sebelumnya yang memakan waktu hingga 12 jam.

Kondisi ini membuka peluang paket wisata lintas daerah dengan Jember sebagai titik awal perjalanan.

Selain wisata alam, Bobby menekankan keunggulan wisata perkebunan seperti karet, kopi, serta keberadaan Pusat Penelitian Kakao (Puslitkoka) yang dinilai memiliki daya tarik kuat bagi pasar Eropa.

Pemkab Jember juga memberikan dukungan berupa fasilitasi transportasi gratis bagi rombongan wisata minimal 10 orang yang datang ke Jember melalui jalur udara.

Kendaraan disiapkan untuk perjalanan menuju berbagai destinasi lanjutan seperti Bromo, Semeru, maupun Kawah Ijen.

“Kami ingin membangun jejaring perjalanan wisata melalui Jember. Ini bukan sekadar promosi, tapi uji coba langsung agar skema ini berjalan,” pungkas Bobby. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.