Pasuruan, – Peristiwa perahu pemancing terbalik di perairan Lekok, Kabupaten Pasuruan, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.
Salah satu keluarga korban yang hingga kini belum ditemukan, M. Muzaki (30) alias Ubaidillah, warga Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, menceritakan detik-detik sebelum sang adik berangkat memancing.
Menurut pengakuan keluarga korban, Yuni Risnawati, Muzaki memang dikenal gemar memancing. Namun sebelum berangkat, ia sempat dilarang oleh istrinya. Meski demikian, Muzaki tetap berangkat bersama rombongan pada Minggu (13/7/2025) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.
“Kemarin itu sebenarnya sudah dilarang istrinya. Tapi karena hobinya mancing, tetap berangkat pagi-pagi,” ujar kakak korban saat ditemui di lokasi pencarian, Senin (14/7/2025).
Kabar hilangnya Muzaki baru diterima keluarga pada Minggu petang, sekitar waktu magrib. Pemberitahuan tersebut disampaikan oleh keponakannya sendiri, Muhammad Nur Ikhwan (16), yang ikut memancing bersama korban. Ikhwan selamat dalam insiden tersebut dan kini sudah kembali ke rumah usai mendapat perawatan di RSUD Grati, Pasuruan.
“Yang mancing itu keponakan saya Ikhwan sama adik saya Muzaki. Alhamdulillah Ikhwan selamat, sekarang sudah pulang. Tapi adik saya belum ketemu,” ungkapnya.
Dalam penuturannya, kakak korban juga menunjukkan jaket milik adiknya yang masih tersimpan di bagasi motor. Jaket tersebut menjadi kenangan terakhir sebelum sang adik pergi memancing.
“Ini jaketnya, tadi saya ambil dari bagasi motor. Berangkat kemarin pakai ini,” katanya.
Dengan mata berkaca-kaca, ia berharap adiknya segera ditemukan dalam kondisi selamat. Ia juga meminta doa dari masyarakat agar proses pencarian berjalan lancar.
“Berharap ketemu dengan selamat, kasihan anaknya masih kecil, kasihan. Mohon doanya,” tuturnya.
Diketahui, perahu yang digunakan rombongan korban adalah perahu nelayan tradisional yang sehari-hari digunakan untuk melaut oleh warga setempat. Saat kejadian, perahu tersebut mengangkat rombongan pemancing. Mereka berasal dari berbagai daerah, mulai dari Pasuruan hingga Malang.
Saat dalam perjalanan pulang, perahu dihantam ombak besar sebanyak dua kali. Hantaman pertama membuat perahu bergoyang, namun hantaman kedua langsung membuat perahu terbalik.
Hingga saat ini, tim gabungan dari Polri, TNI, BPBD, dan Basarnas masih terus melakukan penyisiran di perairan Lekok guna mencari tiga korban yang belum ditemukan, termasuk M. Muzaki. (*)
Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Keyra