Menu

Mode Gelap
Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos

Sosial · 12 Jul 2025 08:22 WIB

Menteri P2MI Kunjungi BLKLN Pasuruan, Tekankan Pentingnya Skill dan Prosedur Resmi


					Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding meninjau langsung proses pelatihan keterampilan calon pekerja migran di BLKLN Prima Duta Sejati, Gempol, Kabupaten Pasuruan. Perbesar

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding meninjau langsung proses pelatihan keterampilan calon pekerja migran di BLKLN Prima Duta Sejati, Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Pasuruan, – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding meninjau kegiatan pelatihan di Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) Prima Duta Sejati (PDS), Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jumat (11/7/2025) sore.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda dua hari di Jawa Timur yang difokuskan untuk meninjau kesiapan sarana pelatihan serta aktivitas para calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang tengah mengikuti pembekalan keterampilan dan bahasa asing.

Di lokasi, menteri menyapa langsung ratusan peserta pelatihan dan memberikan motivasi serta penekanan pentingnya keberangkatan secara prosedural.

“Saya bersyukur melihat semangat adik-adik semua. Inilah alasan kenapa Presiden Prabowo membentuk Kementerian P2MI. Negara harus hadir secara utuh dalam melindungi PMI sejak dari tanah air,” kata Abdul Kadir.

Ia menegaskan, bahwa calon PMI wajib dibekali visa kerja, kontrak resmi, jaminan sosial, dan keahlian yang sesuai. Ia juga mengingatkan bahaya praktik pengiriman nonprosedural yang masih kerap terjadi.

“Kalau tidak punya skill, daya tawar rendah. Jangan pernah berangkat tanpa tahu isi kontrak kerja. Dan jangan berangkat dengan visa turis, itu sangat berbahaya,” ujarnya.

Selain itu, ia mengimbau para calon pekerja agar menjaga sikap dan martabat bangsa di negara tujuan, serta bijak dalam mengelola keuangan.

“Jaga akhlak, ikuti adat istiadat negara penempatan, dan teruslah belajar meski sudah bekerja. Jangan lupa kelola keuangan dengan bijak,” pesannya.

Sementara itu, Direktur PDS Maxixe Mantofa menjelaskan, bahwa lembaganya berkomitmen mencetak tenaga kerja migran yang terlatih secara teknis dan berdaya saing global.

Pelatihan diberikan di berbagai bidang keterampilan seperti, pengelasan, body repair, spa, perhotelan, keperawatan, otomotif, hingga kedirgantaraan.

Peserta juga dilatih penguasaan bahasa asing sesuai negara tujuan antara lain, Inggris, Jepang, Korea, Mandarin, Kantonis, dan Melayu.

“Kami menyesuaikan pelatihan dengan kebutuhan negara penempatan. Bahasa menjadi kunci, karena banyak peserta akan bekerja di lingkungan industri yang menuntut komunikasi teknis,” ujar Maxixe.

Permintaan tenaga kerja dari Jepang dan Korea Selatan, menurutnya, terus meningkat. Sektor yang paling dibutuhkan antara lain welder, electrician, dan painter.

“Mereka akan ditempatkan di industri strategis seperti galangan kapal dan pabrik pesawat jet tempur. Untuk sektor painter dan electrician saja, kebutuhan mencapai ratusan orang setiap tahun, dengan syarat minimal D2 dari jurusan tertentu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Maxixe menegaskan pentingnya dukungan dari pemerintah untuk memperluas informasi ini ke masyarakat luas, terutama bagi mereka yang belum memiliki akses pekerjaan di dalam negeri.

“Kami berharap Pak Menteri bisa ikut membantu menyebarkan hal baik ini kepada masyarakat. Ini bukan soal kabur ke luar negeri, tapi sebagai opsi bagi mereka yang kesulitan mencari pekerjaan,” tandasnya. (*)

 


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Keyra


Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan

29 Agustus 2025 - 19:10 WIB

Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan

29 Agustus 2025 - 18:59 WIB

Perbaikan Tuntas, Jalur Krucil – Tambelang Probolinggo Kini Mulus

29 Agustus 2025 - 04:15 WIB

Stadion Bayuangga Bakal jadi Venue Hari Jadi Kota Probolinggo, Askot PSSI dan Suporter Persipro Meradang

28 Agustus 2025 - 17:24 WIB

PKK Kabupaten Pasuruan Ikut Andil dalam Pencegahan Narkoba Bersama BNN

26 Agustus 2025 - 17:31 WIB

Layang-layang Jadi Penyebab Utama Padamnya Listrik PLN di Lumajang

26 Agustus 2025 - 15:07 WIB

Bangunan Liar di Kawasan Pelabuhan Kota Pasuruan Dibongkar Paksa

25 Agustus 2025 - 18:04 WIB

Stok Beras Medium di Jatim Mulai Langka, Begini Kondisinya di Probolinggo

25 Agustus 2025 - 16:01 WIB

Sempat Pudar, Tradisi Kelereng Balap Kembali Warnai Agustusan di Kedungsupit Probolinggo

24 Agustus 2025 - 16:48 WIB

Trending di Sosial